Ulasan ‘Paradise’ Musim 2: Keajaiban Menanti di Luar Bunker

Pada musim pertamanya, Paradise menetapkan formula sukses yang menggabungkan narasi tulus yang nyaris terasa ‘cheesy’ dengan plot twist yang benar-benar tak terduga.

Untuk menyaksikan formula ini dalam wujud terbaiknya, lihatlah “The Day,” episode kilas balik apokaliptik *Paradise*. Saya hampir tak percaya saat mengetahui dunia berakhir karena kombinasi mengerikan dari gunung berapi dan tsunami (ditambah dengan gempa bumi dan ancaman perang nuklir). Namun, saya juga menghabiskan seluruh episode dalam kecemasan, mengkhawatirkan upaya sia-sia Agen Dinas Rahasia Xavier Collins (Sterling K. Brown) untuk menyelamatkan istrinya, Dr. Teri Rogers-Collins (Enuka Okuma).

“The Day,” seperti sisa *Paradise* lainnya, adalah rollercoaster emosional sempurna yang meliuk antara keterlibatan total dan rasa tidak percaya. Dualitas itu juga hadir di *Paradise* Musim 2, yang memperluas dunianya dan mengambil risiko genre yang lebih besar, meski misteri intinya tidak sekohesif “Siapa yang membunuh Cal Bradford (James Marsden)?” di musim pertama.

*Paradise* Musim 2 Melampaui Bunker.

Shailene Woodley dalam “*Paradise*.”
Credit: Disney / Ser Baffo

Langkah besar pertama *Paradise* Musim 2 adalah membuka dengan episode yang hampir tak ada hubungannya dengan Musim 1. Alih-alih langsung mengikuti Xavier dalam pencariannya menemui Teri di Atlanta, kita bertemu Annie (Shailene Woodley), seorang mantan mahasiswa kedokteran yang menjadi pemandu tur di Graceland. Saat kiamat terjadi di shift kerjanya, ia bertahan di tengah barang-barang pribadi Elvis Presley.

Kesendiriannya terpecah ketika sekelompok penyintas, termasuk pemimpinnya yang karismatik, Link (Thomas Doherty), tiba di mansion. Pertemuan berikutnya, meski awalnya penuh kecurigaan, berkembang menjadi sesuatu yang lembut dan manis. Rasa penuh harap dalam episode ini jauh berbeda dari kesuraman yang biasa ditemui dalam media pasca-apokaliptik lainnya. Kreator Dan Fogelman berulang kali mencampakkan ekspektasi penonton terhadap genre ini sepanjang musim. Memang, ancaman dari sesama manusia sesekali muncul. Namun, lebih seringnya, manusia yang bertahan di luar bunker justru bersedia saling membantu. Seperti Annie, isolasi dan paranoia seringkali menghalangi mereka untuk mengambil langkah pertama.

MEMBACA  Pengguna Crypto Menguasai Kompetisi Walikota Anjing NYC

Segera, vignette Annie dan Link di episode 1 mulai menyatu dengan teka-teki besar *Paradise*. Link dan krunya sedang dalam perjalanan menuju bunker Paradise, tempat—tanpa mereka ketahui—kekacauan sedang berkuasa. Kematian Cal menciptakan kekosongan kekuasaan, pemberontakan Xavier memicu aksi-aksi perlawanan bawah tanah, dan Samantha “Sinatra” Redmond (Julianne Nicholson) menyimpan proyek misterius lainnya.

Saya Tidak Tahu Ke Mana *Paradise* Akan Bermuara, tapi Saya Menikmati Perjalannya.

Julianne Nicholson dan Sarah Shahi dalam “*Paradise*.”
Credit: Disney / Ser Baffo

Proyek baru Sinatra adalah misteri inti *Paradise* Musim 2, dan dengan segala kesamaran yang disengaja di sekitarnya, ia kehilangan bobot kemanusiaan dan intrik politik yang dimiliki oleh misteri pembunuhan Cal.

Namun, jika Fogelman menuju ke arah yang saya duga, maka *Paradise* sedang menyiapkan twist fiksi ilmiah yang bisa jadi lebih liar daripada pengungkapan bunker di episode 1 musim pertama. Pengungkapan di musim pertama itu muncul hampir tiba-tiba, sedangkan Musim 2 menghabiskan banyak episode untuk menggoda relevasi besarnya, terkadang sampai pada titik yang menjengkelkan. Masih harus dilihat apakah Musim 2 akan sukses dalam hal ini. Bagaimanapun, twist terbaik Musim 1 hampir seluruhnya bergantung pada faktor kejutan.

Tetapi bahkan jika twist besarnya nanti tidak memukau, banyak aspek lain dari *Paradise* Musim 2 yang tetap sukses. Brown terus mengagumkan, baik saat ia bergumul dengan lingkungan barunya maupun saat berasmara dengan Teri dalam episode kilas balik. Kasih sayang Xavier menjadi semacam kekuatan super di dunia baru di luar bunker, memperkuat visi Fogelman yang lebih optimis tentang kehidupan setelah keruntuhan peradaban. Terkadang, Xavier bisa terasa baik secara berlebihan, dan beberapa kilas balik episodik terasa agak terlalu ‘on the nose’ secara emosional. Tapi sekali lagi, ketulusan yang nyaris ‘corny’ itu adalah bagian dari daya tarik *Paradise*. Gabungkan itu dengan plot twist gila apa pun yang sedang disiapkan Fogelman dan timnya, dan Anda akan mendapatkan tontonan yang sangat menghibur.

MEMBACA  Kepala Baru CDC Tak Punya Latar Belakang Medis, Pernah Bantu Peter Thiel Kembangkan Pulau Buatan di Luar Teritori AS

Tiga episode pertama *Paradise* Musim 2 tayang perdana pada 23 Februari di Hulu.

Tinggalkan komentar