Sebuah badan pengawas pemerintah menyatakan bahwa pengawasan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) terhadap praktik perawatan pesawat United Airlines “tidak memadai untuk mengawasi risiko keselamatan.”
Kantor Inspektur Jenderal (OIG) Departemen Perhubungan menyatakan mereka meluncurkan auditnya pada 2024 menyusul sejumlah insiden keselamatan yang melibatkan pesawat United, termasuk pemadaman mesin saat terbang dan pendaratan darurat. Tinjauan ini merupakan bagian dari serangkaian pemeriksaan lebih luas terhadap pengawasan FAA atas pemeliharaan dan kepatuhan maskapai. Audit sebelumnya telah mengkaji maskapai lain seperti Allegiant Air, Southwest Airlines, dan American Airlines.
Laporan yang diterbitkan Rabu menyebutkan FAA tidak memiliki cukup inspektur untuk mengawasi United secara efektif. Ditemukan pula bahwa lembaga tersebut belum sepenuhnya menerapkan lima rekomendasi yang dikeluarkan pada 2019 untuk memperkuat pengawasan oleh United Certificate Management Office (CMO), salah satu dari beberapa kantor FAA yang bertanggung jawab atas sertifikasi, inspeksi, dan pemantauan maskapai besar. Pengawas juga menemukan bahwa inspektur belum dilatih secara memadai untuk mengakses dan mengevaluasi data sistem manajemen keselamatan maskapai.
Salah satu kekhawatiran terbesar dalam laporan adalah keterbatasan jumlah inspektur yang mengawasi United. Badan pengawas menemukan bahwa United CMO kekurangan staf untuk memantau armada maskapai yang terus bertambah, sehingga menyebabkan beban kerja yang berlebihan, pergantian personel, dan lowongan yang mengakibatkan hilangnya pengetahuan institusional.
United CMO hanya memiliki empat inspektur yang ditugaskan untuk mengawasi lebih dari 520 pesawat Boeing 737, yang merupakan mayoritas armada maskapai, sehingga memaksa staf dari program pesawat lain untuk membantu mengisi kekosongan. Meski secara teknis memenuhi aturan FAA, laporan menyatakan hal ini tidak cukup untuk melaksanakan semua pengawasan keselamatan yang diwajibkan.
OIG juga menemukan bahwa ketika inspektur tidak dapat melakukan pemeriksaan di lokasi karena sumber daya terbatas, mereka terkadang melakukannya secara virtual alih-alih menundanya seperti yang diamanatkan pedoman FAA.
Badan pengawas memberikan enam rekomendasi kepada FAA, termasuk menyusun rencana untuk mengatasi kekurangan staf.
FAA menyetujui lima dari enam rekomendasi dalam laporan tersebut. Mereka hanya “sebagian menyetujui” satu rekomendasi yang mendorong lembaga untuk mengembangkan kebijakan mengenai penundaan inspeksi, dengan alasan pedoman semacam itu sudah ada. Namun, FAA mengakui bahwa kejelasan dan penekanan yang lebih kuat dari manajemen akan membantu.
FAA tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Gizmodo.
“United telah lama mendukung pemberian sumber daya yang diperlukan FAA untuk pekerjaan pentingnya,” ujar United Airlines kepada Gizmodo dalam pernyataan tertulis. “Kami bekerja sama erat dengan FAA setiap hari, serta menerapkan sistem manajemen keselamatan internal dan prosedur perawatan yang kuat untuk menjaga keselamatan dan keandalan armada kami.”