Presiden Brasil Lula menyatakan bahwa nasib presiden Venezuela harus ditentukan oleh ‘rakyat Venezuela’ dan ‘bukan oleh campur tangan asing’.
Diterbitkan Pada 21 Feb 2026
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyatakan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro memang harus menghadapi pengadilan, tetapi prosesnya harus berlangsung di pengadilan Venezuela, bukan di Amerika Serikat, tempat ia saat ini ditahan setelah penculikan oleh militer AS.
“Saya percaya jika Maduro harus diadili, ia harus diadili di negerinya sendiri, bukan di luar negeri,” ujar Lula dalam sebuah wawancara, menekankan bahwa “yang penting sekarang adalah memulihkan demokrasi di Venezuela.”
“Ini harus diselesaikan oleh rakyat Venezuela, bukan oleh intervensi asing,” kata Lula, mengutip sejarah kediktatoran yang didukung AS di Amerika Latin, termasuk di Chili, Argentina, dan Uruguay.
“Kita tidak bisa menerima bahwa seorang kepala negara dari satu negara bisa menginvasi negara lain dan menangkapi presidennya,” tambah pemimpin Brasil itu.
Komentar Lula muncul saat presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, tengah berupaya membebaskan ratusan politisi, aktivis, dan pengacara yang dipenjara selama masa kepemimpinan Maduro yang dimulai pada 2013.
Lula secara terbuka mengkritik penculikan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer yang diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 3 Januari.
Maduro diterbangkan ke New York setelah penculikannya dalam serangan malam berdarah di Caracas. Sejak itu, ia dituduh oleh otoritas AS merencanakan pengiriman narkoba ke AS beserta tuduhan-tuduhan lainnya.
Data pemerintah AS sendiri menunjukkan bahwa Venezuela bukan termasuk produsen narkoba utama dunia; meski demikian, pejabat pemerintahan Trump menuduh Maduro dan lainnya bekerja sama dengan kelompok-kelompok pencucian uang terbesar di wilayah tersebut, termasuk di Kolombia dan Meksiko.
Sementara pemerintahan Trump mengklaim bahwa pengerahan militernya di dekat Venezuela dan blokade maritim terhadap negara itu berfokus pada pemberantasan perdagangan narkoba, Trump telah mengklaim cadangan minyak Venezuela sejak menyingkirkan Maduro.
Trump juga mengundang perusahaan-perusahaan minyak AS untuk mengeksploitasi minyak Venezuela dan menyatakan bahwa ia ingin hasil penjualan minyak Venezuela “untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.”