Jayapura, Papua (ANTARA) – Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menyatakan bahwa panitia khusus menggelar rapat tertutup untuk membahas penembakan pesawat Smart Air di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, yang menewaskan pilot dan kopilot.
“Rapat ini digelar atas permintaan istana presiden untuk meninjau penanganan pasca serangan oleh aparat keamanan setelah penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB),” kata Apolo pada Jumat.
Selama kontak senjata antara aparat dan KKB, tenaga kesehatan, PNS, dan warga di Danowage dievakuasi demi keamanan, ujar gubernur.
“Kami langsung mengevakuasi masyarakat, termasuk 29 tenaga medis,” tambah Apolo.
Ke-29 tenaga kesehatan itu pertama dipindahkan dari Distrik Yaniruma ke Zenggo di Kabupaten Mappi, lalu ke Tanah Merah di Boven Digoel, jelasnya.
Para PNS di Yaniruma juga direlokasi ke Tanah Merah, dengan harapan kondisi cepat stabil agar aktivitas normal bisa kembali berjalan.
Apolo mencatat, respons cepat pemerintah provinsi setelah serangan terhadap Smart Air mendapat pujian dari Kementerian Dalam Negeri.
Sebelumnya, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Faizal Rahmadani menyebutkan hasil penyelidikan menemukan 20 anggota KKB melakukan serangan di bandara Karowai.
Pelaku diduga muncul dari pondok dekat bandara dan menembaki pesawat, sehingga penumpang dan kru berlarian menyelamatkan diri.
Penembakan terjadi Rabu, 11 Februari, saat pesawat PK-SNR bersiap meneruskan penerbangan ke Dekai di Kabupaten Yahukimo, kata Faizal.
Aparat mengidentifikasi pelaku dari fraksi KKB Kanibal dan Semut Merah pimpinan Elkius Kobak dari Yahukimo.
Penyelidikan TKP menemukan 13 bekas tembakan pada badan pesawat, dengan 23 titik kerusakan yang didokumentasikan polisi.
Saksi menyebutkan penembakan mulai sekitar pukul 10:30 waktu setempat saat pesawat mendarat dan pilot menyalakan mesin; penumpang dan kru evakuasi untuk keselamatan.
KKB kemudian mengejar dan menembak hingga tewas pilot dan kopilot; jenazahnya telah dikembalikan ke kampung halaman untuk dimakamkan.
Saksi mengatakan tidak mengenali pelaku, yang diduga bukan warga lokal suku Korowai.
“Satgas Damai Cartenz saat ini sedang melakukan penegakan hukum terhadap pelaku,” tegas Faizal.
Berita terkait: Kementerian tutup sementara 11 bandar perintis di Papua usai penembakan
Penerjemah: Ardiles L, Rahmad Nasution
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026