Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menyampaikan bahwa dia telah mendesak Sekretaris Negara AS Marco Rubio untuk membantu menghentikan apa yang ia gambarkan sebagai kekerasan sistematis militer Israel terhadap rakyat Palestina di Tepi Barat. Pertemuan ini terjadi dalam pembicaraan di Washington pada Kamis, 19 Februari.
Pertemuan berlangsung setelah KTT Dewan Perdamaian Gaza, dimana para pemimpin membahas upaya untuk memajukan stabilitas dan rekonstruksi di wilayah Palestina.
Berbicara kepada wartawan pada Jumat malam, Sugiono mengatakan ia menyampaikan keprihatinan yang dirasakan oleh Indonesia dan anggota lain kelompok D8 atas eskalasi kekerasan oleh pasukan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.
Ia mengacu pada laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terbaru yang memperingatkan bahwa aksi militer Israel bergerak menuju pembersihan etnis terhadap bangsa Palestina.
“Saya menyampaikan keprihatinan dari beberapa negara D8 mengenai situasi terkini di Palestina dan Tepi Barat. Kami percaya kepemimpinan AS sangat penting untuk menghentikan atau menyelesaikan apa yang terjadi disana,” ujar Sugiono.
Indonesia dan beberapa anggota D8 berharap Washington dapat menjalankan pengawasan yang efektif terhadap tindakan militer Israel, agar tidak mengganggu pelaksanaan rencana dibawah inisiatif Dewan Perdamaian Gaza, katanya.
Developing Eight (D8) adalah kelompok kerja sama ekonomi negara-negara berkembang berpenduduk mayoritas Muslim yang terdiri dari Indonesia, Turki, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria dan Pakistan, dengan Azerbaijan bergabung sebagai anggota kesembilan pada Desember 2024.
Sugiono mengatakan anggota D8 percaya pengawasan yang kuat dari AS dapat membantu memastikan inisiatif Dewan Perdamaian Gaza dapat melanjutkan ke fase berikutnya tanpa gangguan.
Selain masalah Palestina, pertemuan tersebut juga membahas hubungan bilateral Indonesia-AS, termasuk kerja sama di bidang pertahanan, keamanan, ekonomi dan pertukaran masyarakat.
Mereka juga mendiskusikan perkembangan regional yang lebih luas, termasuk kawasan Indo-Pasifik dan Asia Tenggara, khususnya dalam kerangka ASEAN.
Sugiono tidak menjelaskan lebih detail tanggapan dari Rubio namun mengatakan Indonesia akan terus berinteraksi dengan para mitra untuk mendukung upaya perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Pembicaraan ini menyoroti dorongan Jakarta untuk keterlibatan AS yang lebih besar dalam menangani isu Palestina sambil mempertahankan kerja sama strategis antara kedua negara di berbagai sektor.
Berita terkait: Presiden Prabowo janjikan 8.000 pasukan untuk pasukan perdamaian Gaza
Berita terkait: Indonesia dan Sekjen PBB dorong perdamaian Palestina, multilateralisme yang lebih kuat
Penerjemah: Genta TM, Rahmad Nasution
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026