Kadin dan US-ABC Tandatangani Nota Kesepahaman untuk Perluas Akses Produk Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) tentang penguatan perdagangan dan investasi bilateral strategis dengan US-ASEAN Business Council (US-ABC), untuk memperluas akses produk industri nasional.

Penandatanganan dilakukan saat Dialog Ekonomi AS-Indonesia yang diselenggarakan US-ABC, U.S. Chamber of Commerce (USCC), dan US-Indonesia Society (USINDO) berkolaborasi dengan Kadin Indonesia di Washington DC pada Kamis (19 Februari).

Ketua Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta pada Jumat, menyebut kerjasama ini bertujuan memperluas peluang bagi pelaku usaha Indonesia masuk ke pasar AS.

“Penandatanganan antara Kadin dan US-ASEAN Business Council intinya adalah tentang bagaimana kita bisa memperluas pasar untuk pedagang, investor dari Indonesia, dan pengusaha kita agar bisa mengakses pasar Amerika Serikat,” kata Bakrie.

Dia menyebut sektor alas kaki sebagai salah satu industri yang berpotensi besar untuk meningkatkan ekspor.

Berita terkait: Indonesia, AS sepakat kesepakatan dagang dan investasi US$38,4 miliar di pertemuan puncak

Saat ini, ekspor alas kaki Indonesia ke AS berkisar US$120 juta, masih tertinggal dari Vietnam yang telah mencapai sekitar US$600 juta.

Selain alas kaki, Bakrie mengatakan pihaknya fokus mendukung bisnis yang telah menembus pasar ekspor di bidang garmen, tekstil, furnitur, dan elektronik. Kerjasama dengan US-ABC juga ditujukan untuk mendorong investasi AS ke Indonesia.

“Indonesia butuh banyak investasi, hingga US$60 miliar dalam bentuk investasi langsung asing (FDI). Ini adalah salah satu cara kita untuk mendapatkannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menilai bahwa perjanjian dagang timbal balik antara Indonesia dan AS dapat menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral.

Dia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kerja, termasuk penguasaan teknologi, untuk mendorong industri bernilai tambah lebih tinggi.

MEMBACA  Rusia dan Ukraina meluncurkan serangan drone terbesar terhadap satu sama lain

“Agar kita bisa menjadi negara maju yang terus mentransformasi ekonominya ke industri dengan nilai tambah yang lebih besar,” pungkasnya.

Berita terkait: Prabowo dorong perusahaan AS perluas investasi sektor kesehatan

Penerjemah: Kenzu, Fauzan
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar