Sebuah penempatan produk yang tak terduga sempat mengalihkan perhatian dari kesaksian Mark Zuckerberg yang sangat dinantikan di sidang kecanduan media sosial bersejarah terhadap Meta dan YouTube pada hari Rabu.
Hakim Carolyn B. Kuhl mengancam akan menghukum staf Zuckerberg karena menghina pengadilan gara-gara memakai kacamata yang bisa merekam, menurut laporan CNBC. Perakaman tidak diizinkan di ruang sidang.
“Jika kalian melakukannya, hapus rekaman itu, atau akan dianggap menghina pengadilan,” kata Kuhl. “Ini sangat serius.”
Asisten eksekutif Zuckerberg, Andrea Besmehn, dan seorang pria lain terlihat memakai kacamata Meta saat memasuki gedung pengadilan di Los Angeles.
Inti dari sidang ini adalah pertanyaan apakah perusahaan media sosial sengaja mendesain platform mereka untuk membuat ketagihan anak muda. Hasil kasus ini bisa mempengaruhi ribuan gugatan serupa terhadap perusahaan media sosial. Penggugat berusia 20 tahun, dengan inisial “KGM” atau “Kaley”, mengaku mengalami masalah kesehatan mental karena kecanduan media sosial. TikTok dan Snap telah berdamai dengan penggugat sebelum sidang dimulai.
Zuckerberg akui susah tampil di publik
Pengacara penggugat menanyai Zuckerberg soal pelatihan medianya, memperlihatkan dokumen internal yang menunjukkan bagaimana staf komunikasi Meta mendorong Zuckerberg agar tampil lebih “otentik, langsung, manusiawi, insightful dan nyata,” dan “tidak terlihat dipaksa, palsu, seperti robot, korporat atau norak” di depan umum.
Zuckerberg membantah dia dilatih khusus dan mengatakan komentar itu hanya “masukan” saja.
“Saya rasa saya terkenal sangat buruk dalam hal ini,” katanya, disambut tawa. Zuckerberg lama menghadapi ejekan dan kritik karena terlihat kaku, seperti robot, atau gugup saat tampil di publik.
Zuckerberg rasa kecanduan “gak berlaku disini”
Ketika ditanya oleh Lanier apakah orang cenderung lebih banyak menggunakan sesuatu jika itu membuat ketagihan, Zuckerberg menjawab: “Saya tidak yakin harus bilang apa. Saya rasa itu tidak berlaku disini.”
Lanier mendesak Zuckerberg tentang komentarnya di sidang kongres sebelumnya, di mana dia bilang karyawan Instagram tidak diberi target untuk menambah lama waktu orang di platform. Zuckerberg menolak ide bahwa lama waktu pengguna di aplikasi adalah tujuan perusahaan.
Lanier menunjukkan dokumen internal dari kesaksian sebelumnya Kepala Instagram Adam Mosseri yang tampak bertentangan dengan pernyataan itu. Dokumen itu menyebut perusahaan bertujuan aktif menambah waktu penggunaan harian pengguna di platform menjadi 40 menit di 2023 dan 46 menit di 2026.
Zuckerberg menanggapi bahwa Instagram sebelumnya punya target waktu penggunaan, tapi kemudian beralih dari target itu untuk fokus pada kegunaan, dengan “asumsi dasar” bahwa “jika sesuatu berharga, orang akan lebih banyak menggunakannya karena itu berguna bagi mereka.”
Pertanyaan soal keamanan untuk pengguna muda
Pengacara penggugat menghabiskan banyak waktu mereka untuk menanyai Zuckerberg soal upaya Instagram menghapus pengguna di bawah usia 13 tahun.
Zuckerberg berkata beberapa pengguna berbohong tentang usia mereka saat mendaftar Instagram. Dia menambahkan bahwa perusahaan menyertakan batas usia dalam syaratnya saat proses pendaftaran dan menghapus semua pengguna di bawah umur yang teridentifikasi. Dia juga berulang kali mengatakan bahwa dia percaya perusahaan seperti Apple dan Google, yang mengelola sistem operasi dan toko aplikasi, lebih cocok untuk menangani verifikasi usia.
“Anda berharap anak 9 tahun membaca semua tulisan kecilnya,” tanya seorang pengacara penggugat ke Zuckerberg, menurut CNBC. “Itu dasar Anda untuk bersumpah di bawah sumpah bahwa anak di bawah 13 tahun tidak diizinkan?”
Juru bicara Meta mengatakan kepada The Associated Press bahwa perusahaan sangat tidak setuju dengan tuduhan dalam gugatan itu dan mereka “yakin bukti akan menunjukkan komitmen kami yang lama untuk mendukung anak muda.”
Meta menghadapi sidang perlindungan konsumen lain di New Mexico yang dibawa oleh jaksa agung negara bagian itu, yang menuduh perusahaan gagal mencegah eksploitasi seksual anak di platformnya.