Tucker Carlson Klaim Paspor Disita dan Staf Diinterogasi di Bandara Israel

Pejabat Israel membantah telah menahan figur sayap kanan tersebut, menyebut pemeriksaan yang dilakukan bersifat rutin dan dilaksanakan untuk menjamin privasi.

Dengarkan artikel ini | 2 menit

Dipublikasikan Pada 20 Feb 2026

Klik untuk membagikan di media sosial

Podcaster konservatif Amerika Serikat, Tucker Carlson, mengklaim pihak berwenang Israel sempat menyita paspornya dan menginterogasi salah satu anggota krunya di bandara, setelah sang pembawa acara melakukan wawancara dengan Duta Besar AS Mike Huckabee, menurut sejumlah laporan media.

Dalam The Daily Mail dan The New York Post yang terbit pada Rabu, Carlson mengatakan bahwa tak lama setelah wawancara dengan diplomat itu, pejabat Israel menyita paspornya dan membawa salah satu rekannya ke ruang interogasi.

Artikel Rekomendasi

“Para pria yang mengidentifikasi diri sebagai keamanan bandara mengambil paspor kami, membawa produser eksekutif kami ke sebuah ruang samping dan lalu menanyakan tentang apa yang kami bicarakan dengan Duta Besar Huckabee,” ujar Carlson seperti dilaporkan.

Israel menolak laporan-laporan tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmorstein, menyatakan bahwa mantan pembawa acara Fox News itu “dengan sopan ditanyai beberapa pertanyaan rutin, sesuai prosedur standar yang diterapkan pada banyak traveler”.

“Percakapan terjadi di ruang terpisah dalam lounge VIP semata untuk melindungi privasi mereka dan menghindari diskusi seperti itu di tempat umum,” tambahnya.

Carlson bepergian ke Israel dan melakukan wawancara di Bandara Internasional Ben Gurion tanpa keluar dari kompleks bandara sebelum kembali ke AS, menurut media Israel.

Tidak ada komentar atau pernyataan apa pun di situs web atau akun media sosial podcaster tersebut.

Wawancara ini diatur setelah perdebatan publik antara keduanya mengenai sebuah episode yang diterbitkan Carlson tentang perlakuan terhadap umat Kristen di Israel. Huckabee menanggapi dengan mengundang pembawa acara itu untuk datang ke Israel dan berbicara langsung dengannya.

MEMBACA  Accenture menghapus tujuan keberagaman dan inklusi, memo mengatakan

Podcaster yang merupakan salah satu suara paling berpengaruh dalam gerakan MAGA ini, semakin gencar mengkritik Israel. Kritiknya telah menciptakan perpecahan di dalam Partai Republik, yang selama beberapa dekade memiliki dukungan yang bersatu dan tegas bagi Israel.

Tinggalkan komentar