Indonesia Catat Peningkatan Ekspor ke AS Pasca Kesepakatan Dagang

Jakarta (ANTARA) – Indonesia mengharapkan ekspor ke AS naik setelah penandatanganan Perjanjian Dagang Timbal Balik pada 19 Februari di Washington, kata Menteri Perdagangan Budi Santoso, menyebut perluasan akses bea masuk nol persen untuk produk-produk utama.

Indonesia menghadapi tarif 19 persen untuk masuk ke pasar AS, kata Budi. Namun, sekitar 1.819 pos tarif Indonesia akan menerima bea masuk 0% di bawah perjanjian baru ini.

“Ekspor seharusnya meningkat. Beberapa komoditas unggulan kita sekarang menikmati tarif nol persen, jadi secara logis pengiriman ke AS harus naik,” ujar Budi di Jakarta pada Jumat.

Menteri mengatakan dia berharap proses ratifikasi Perjanjian Dagang Timbal Balik dapat diselesaikan tahun ini, sehingga memungkinkan implementasi segera dan memberikan kepastian bagi para eksportir.

“Saya pikir ratifikasi bisa difinalisasi tahun ini, karena masih awal,” katanya, menambahkan bahwa pakta itu akan berlaku 90 hari setelah ratifikasi dan harus dipercepat.

Komoditas yang berhak mendapat tarif nol termasuk minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah dan karet, serta komponen elektronik seperti semikonduktor dan suku cadang pesawat terbang.

Indonesia dan AS juga sepakat menerapkan skema tarif nol untuk tekstil dan pakaian jadi dibawah mekanisme Tariff Rate Quota.

Skema ini memungkinkan volume tertentu ekspor tekstil dan garmen Indonesia masuk ke AS bebas bea, dengan kuota yang dikaitkan dengan impor Indonesia atas bahan baku AS seperti kapas dan serat buatan.

Dari Januari hingga Desember 2025, Indonesia mencatat surplus dagang dengan AS sebesar US$21,12 miliar, didorong terutama oleh mesin dan peralatan listrik, pakaian rajut dan aksesorinya, serta alas kaki.

Ekspor Indonesia ke AS mencapai US$30,96 miliar, dipimpin oleh mesin dan peralatan mekanik, kendaraan dan suku cadang, serta produk besi dan baja.

MEMBACA  Sanksi Komdis PSSI untuk Persija: Denda Dikenai Akibat Kehadiran Suporter Macan Kemayoran di Laga Tandang

Impor dari AS berjumlah US$9,84 miliar, utamanya mesin dan suku cadang mekanik, biji minyak dan buah oleaginous, serta mesin dan peralatan listrik.

Berita terkait: Kementerian informasikan 1.852 kontainer udang Indonesia masuk pasar AS

Berita terkait: Ekspor Indonesia ke AS melonjak 16,66 persen seiring surplus dagang capai rekor

Penerjemah: Maria C, Tegar Nurfitra
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar