Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan mengumumkan bahwa pilot pesawat pengangkut bahan bakar yang disewa oleh Pelita Air yang jatuh di Nunukan, Kalimantan Utara, telah dipastikan meninggal dunia.
“Kami menerima informasi pada pukul 15:16 Waktu Indonesia Tengah (WITA), yang menyatakan bahwa pilot, Kapten Hendrick Lodewyck Adam, dinyatakan meninggal,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, pada hari Kamis.
Pesawat yang jatuh pada hari Kamis itu adalah Air Tractor AT-802, registrasi PK-PAA, buatan tahun 2013 dengan nomor seri 802-0494, dioperasikan oleh Pelita Air Service untuk mengangkut bahan bakar ke daerah terpencil.
Pesawat tersebut dilaporkan jatuh dalam perjalanan dari Long Bawan menuju Tarakan.
Pesawat berangkat dari Bandara Long Bawan pada pukul 12:10 WITA menuju Bandara Tarakan, membawa bahan bakar Pertamina, dengan perkiraan waktu tiba di Tarakan pada pukul 13:15 WITA.
Menurut Lukman, Air Traffic Controllers (ATC) Tarakan menerima sinyal emergency locator transmitter (ELT) dari pesawat pada pukul 12:20 WITA.
Penyebab kecelakaan, yang hanya melibatkan pilot sebagai satu-satunya awak, masih dalam penyelidikan. Pilot, Kapten Hendrick Lodewyck Adam, dinyatakan meninggal.
Dalam hal kelaikan udara, Lukman menginformasikan bahwa pesawat menjalani inspeksi rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2023. Total waktu terbang pesawat adalah 3.303 jam.
Kantor nya telah berkoordinasi dengan operator, otoritas bandara, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan insiden yang tepat.
Penyelidikan akan dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku oleh otoritas yang berwenang.
“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini dan meminta semua pihak menunggu informasi resmi yang terverifikasi,” kata Lukman.
Pelita Air sebelumnya menyatakan bahwa pesawat yang jatuh di Nunukan, Kalimantan Utara, adalah pesawat kargo, bukan pesawat penumpang.
Sekretaris Perusahaan Pelita Air Patria Rhamadonna pada hari Kamis mengonfirmasi pesawat tidak membawa awak kabin atau penumpang.
Dia menjelaskan bahwa pesawat tersebut merupakan armada khusus yang melayani misi pengiriman Bahan Bakar Satu Harga ke daerah perbatasan.
Berita terkait: Pelita Air buka rute Jakarta-Sorong untuk tingkatkan konektivitas dan pariwisata
Berita terkait: Pelita Air harus konsolidasi dengan layani penerbangan perintis: ahli
Penerjemah: Muhammad Harianto, Resinta Sulistiyandari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026