Cara Mengorganisir dengan Aman di Era Pengawasan

Untuk seluruh pendekatan ini, mulai dari yang sepenuhnya publik hingga yang paranoid, prinsip yang sama berlaku seperti dalam percakapan Signal: Sebuah informasi hanya akan seaman perangkat yang paling tidak aman yang mengaksesnya. Maka, saat kamu mengevaluasi model ancamanmu dan perangkat serta akun siapapun dalam kelompokmu yang punya akses ke data paling sensitifmu, pastikan semuanya dikunci dengan tepat: Itu berarti enkripsi penuh pada disk—ini penjelasannya untuk Windows dan Mac—kata sandi yang kuat (kami rekomendasikan pengelola kata sandi), serta autentikasi multifaktor di semua akun untuk layanan cloud maupun yang dihosting mandiri.

TLDR: Ragam pendekatan kolaborasi yang terus berkembang menawarkan pilihan: mulai dari Google Docs yang mudah diakses namun kurang aman, hingga alat terenkripsi ujung-ke-ujung atau hosting mandiri seperti Proton dan CryptPad, hingga menyimpan dan mengedit file secara lokal lalu membagikannya lewat Signal. Pilihlah yang paling sesuai berdasarkan model ancamanmu.

Bertemu Langsung dengan Aman

Jika kamu berada di wilayah yang sama dengan orang-orang yang diajak berorganisasi, apakah lebih masuk akal untuk melewati semua ‘senam digital’ ini dan sekadar bertemu langsung? Dalam banyak kasus, jawabannya adalah ya yang sangat jelas, menurut para ahli yang diwawancarai WIRED—tetapi ada juga beberapa catatan. Pertama, lakukan evaluasi model ancaman yang sama untuk pertemuan tatap muka seperti yang kamu lakukan untuk organisasi digitalmu: Apakah asosiasi antara dirimu dan orang yang akan ditemui sudah bersifat publik? Atau justru sebuah rahasia bahwa kalian saling kenal dan bekerja sama? Lakukan evaluasi serupa untuk lokasi pertemuan dan tempat lain yang akan dikunjungi bersama, seperti halnya saat kamu mempertimbangkan di mana dan bagaimana menyimpan data sensitif.

MEMBACA  Boeing Meminta Virgin Galactic Menghancurkan Semua Data Dari Kemitraan Pariwisata Antariksa Yang Gagal

Jika kalian tidak boleh terlihat bersama atau terlihat datang dari lokasi rahasia, bertemu secara fisik mungkin tidak memberikan keuntungan privasi. Kalian bisa diamati oleh orang sekitar, diikuti oleh aparat penegak hukum, atau dilacak lewat data ponsel, kamera pengawas, pengenalan wajah, pembaca plat nomor otomatis, atau berbagai cara lain yang memungkinkan pengawasan di dunia fisik.

Sama seperti penilaian model ancaman untuk data, tak diragukan banyak situasi di mana afiliasimu sudah publik atau tak sensitif—misalnya, bertemu dengan orang yang dikenal dari lingkungan sekitar, atau rekan yang rutin diajak beraktivitas melalui kelompok keagamaan, serikat pekerja, atau organisasi lain yang bukan rahasia. Jika kalian bisa terlihat bersama tanpa membocorkan hal sensitif apa pun, para ahli menekankan bahwa pertemuan langsung adalah salah satu cara berkolaborasi yang paling berharga dan berpotensi sangat aman.

“Komunikasi yang dilakukan orang secara fisik tak pernah bisa tergantikan, dan saya mendukungnya,” kata Holmes dari Freedom of the Press Foundation. “Saya ingin mengatakan bahwa enkripsi terbaik adalah bar yang ramai di mana kamu sedang membisikkan sesuatu kepada seseorang. Tapi kita tetap harus memikirkan arsitektur pengawasan, yang sudah sangat merajalela.”

TLDR: Bertemu langsung menghilangkan banyak kerentanan teknis yang dapat membahayakan privasi dan keamanan organisasimu. Namun pertimbangkan model ancamanmu: Jika fakta pertemuanmu itu sendiri harus dirahasiakan, pengawasan fisik bisa membuat pertemuan tatap muka sama—atau bahkan lebih—berisiko dibanding komunikasi digital.

Evaluasi, Lalu Bertindak

Menurut Taylor Fairbank dari Distribute Aid, kenyataannya adalah semua aktivitas organisasi yang bertentangan dengan kepentingan penguasa, baik digital maupun fisik, membawa ancaman pengawasan dan konsekuensinya. “Akan selalu ada risiko inheren dalam membantu orang lain, sayangnya,” kata Fairbank. “Itu realitas yang kita hadapi, jadi pikirkan apa yang kamu lakukan. Bangun model ancamanmu sendiri. Dan jika kamu tidak bersedia menerima risiko inheren dari suatu tindakan, maka jangan lakukan.”

MEMBACA  Prabowo-Gibran Dapat Menyebabkan APBN Boncos dengan Makan Siang Gratis, Cek Faktanya

Namun Fairbank juga menyatakan bahwa pertimbangan-pertimbangan itu tidak seharusnya mencegah orang untuk bertindak. “Lihat risikonya dalam konteks, buat pilihan yang cermat, usahakan seaman mungkin,” ujar Fairbank. “Tapi, demi Tuhan, keluarlah dan bantulah orang lain. Karena kita sangat membutuhkannya.”

Tinggalkan komentar