Jakarta (ANTARA) – Indonesia memerlukan sekitar dua triliun rupiah (128 juta dolar AS) dana bantuan sosial untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menurut Kementerian Sosial dalam rapat koordinasi parlemen pada Rabu.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebutkan, sekitar 655 miliar rupiah dari total kebutuhan sudah tersedia dalam pagu anggaran khusus, sementara sisanya akan diusulkan melalui pendanaan tambahan.
“Dana yang siap dicairkan mencakup santunan untuk ahli waris korban meninggal, tunjangan hidup, bantuan isi rumah, serta dukungan pemulihan sosial-ekonomi bagi masyarakat terdampak,” ujarnya.
Pembayaran santunan sebesar lebih dari 14 miliar rupiah telah disalurkan kepada 990 ahli waris korban bencana, dengan setiap keluarga menerima 15 juta rupiah per korban, kata Saifullah.
Untuk tunjangan hidup, kementerian telah mencairkan lebih dari 20 miliar rupiah dan akan terus memperluas cakupan berdasarkan data penerima yang terverifikasi.
Sementara itu, bantuan isi rumah senilai lebih dari 98 miliar rupiah telah disiapkan untuk didistribusikan kepada lebih dari 32 ribu keluarga penerima manfaat di ketiga provinsi tersebut.
Saifullah mengatakan kementerian siap melepaskan semua dana yang disetujui setelah validasi data selesai, dan menambahkan bahwa koordinasi terus dilakukan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah.
Sejauh ini, 29 dari 53 kabupaten dan kota terdampak telah menyelesaikan validasi dan sudah dapat menerima bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi, jelasnya.
Berita terkait: Baznas Indonesia layani 142.079 korban bencana di Sumatera
Berita terkait: Parlemen Indonesia tinjau pemulihan banjir Sumatera
Penerjemah: M. Riezko Bima, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026