Vinicius Junior: Benfica Sebut Ada ‘Kampanye Fitnah’ Terhadap Gianluca Prestianni Usai Tuduhan Rasisme

Manajer Benfica, Jose Mourinho, menyatakan dalam wawancara pasca-pertandingan bahwa ia mendapat penjelasan yang berbeda dari Vinicius dan Prestianni mengenai insiden tersebut.

Mourinho, yang melatih Real Madrid selama 178 pertandingan antara 2010 dan 2013, menyebut perayaan gol Vinicius tidak menunjukkan rasa hormat. Ia juga menunjuk legenda striker mereka, Eusebio, sebagai bukti bahwa Benfica bukan klub rasis.

“Klub dengan jelas dan tegas menegaskan kembali komitmen historis dan teguhnya dalam membela nilai-nilai kesetaraan, penghormatan, dan inklusi, yang sejalan dengan nilai inti pendiriannya dan memiliki Eusebio sebagai simbol terbesarnya,” pernyataan Benfica.

Komentar Mourinho dan Benfica telah dikritik sejumlah pihak, termasuk lembaga amal anti-diskriminasi Kick It Out.

Ketua Kick It Out, Sanjay Bhandari, menyatakan baik klub maupun manajer telah “gagal”.

“Wajar jika ingin mempercayai pemain sendiri, tetapi kenyataanya mereka tidak mendengarnya langsung,” kata Bhandari kepada BBC Sport.

“Hanya dua orang yang terlibat dalam percakapan tersebut dan hanya dua orang yang bisa mendengar apa yang diucapkan.”

“Menurut saya, reaksi yang lebih baik dari klub dengan stature fantastis seperti Benfica adalah dengan menyatakan akan berkooperasi dengan penyelidikan.”

“Ini cukup tipikal setelah kejadian diskriminatif seperti ini. Diskriminasi adalah satu hal, gaslighting adalah hal lain.”

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengaku “terkejut dan bersedih” atas insiden ini dan memuji Letexier yang mengaktifkan protokol anti-rasisme.

“Tidak ada tempat bagi rasisme dalam olahraga dan masyarakat kita — kita membutuhkan semua pemangku kepentingan terkait untuk bertindak dan meminta pertanggungjawaban pelaku,” tambahnya.

“Saya akan selalu terus mengulangi: Tidak untuk rasisme, tidak untuk segala bentuk diskriminasi!”

MEMBACA  Sekjen GPK Menepis Isu Dualisme Kepengurusan Usai Muktamar X PPP

Tinggalkan komentar