Pemilu Kilat Bulgaria Dijadwalkan 19 April
Ini akan menjadi pemilihan kedelapan dalam lima tahun terakhir, menyusul pengunduran diri pemerintah setelah aksi protes berpekan-pekan terkait anggaran dan dugaan korupsi.
Dengarkan artikel ini | 2 menit
Dipublikasikan pada 18 Feb 2026
Bagikan di media sosial
Presiden Iliana Iotova menyatakan bahwa Bulgaria akan menggelar pemilihan parlemen lebih awal pada 19 April.
Pengumuman pada Rabu (18/2) ini disampaikan setelah pengunduran diri pemerintah sebelumnya pada Desember lalu, yang dipicu gelombang protes antikorupsi selama beberapa pekan.
Pe pekan lalu, Iotova menunjuk Andrey Gyurov, Deputi Gubernur Bank Nasional Bulgaria, untuk memimpin pemerintah sementara yang bertugas mempersiapkan jalannya pemilu.
“Saya akan menerbitkan keputusan untuk mengadakan pemilihan pada 19 April,” ujar Iotova dalam konferensi pers pada Rabu, setelah bertemu dengan Gyurov yang telah memperkenalkan anggota kabinet sementara.
Bulgaria, yang bergabung dengan zona euro pada 1 Januari, telah lama dilanda ketidakstabilan politik. Berbagai partai kerap gagal membentuk koalisi pemerintahan yang stabil di parlemen yang terfragmentasi.
Pemilu parlemen mendatang akan menjadi yang kedelapan dalam kurun waktu hanya lima tahun di negara tersebut.
Partai konservatif GERB unggul dalam pemilihan terakhir pada 2024 dan membentuk pemerintahan koalisi.
Namun, publik mulai turun ke jalan pada akhir November lalu menanggapi Rancangan Anggaran 2026. Para pengunjuk rasa mengecapnya sebagai upaya untuk menutupi praktik korupsi yang merajalela.
Bulan lalu, Presiden Bulgaria Rumen Radev—kritikus vokal pemerintah yang mendukung protes—mengumumkan pengunduran dirinya di tengah spekulasi bahwa ia berminat ikut serta dalam pemilu. Ia kemudian digantikan oleh wakilnya, Iotova. Pemilihan presiden baru diperkirakan akan dilangsungkan pada tahun ini.