Sarwendah: Imlek Tahun Ini Terasa Sepi Tanpa Kehadiran Ayah

Ringkasan Berita:

Sarwendah merayakan Imlek 2026 dengan sederhana karena ayahnya, Hendrik Lo, wafat pada Juli 2025.
Keluarga tetap menjalankan tradisi, tetapi terasa kehilangan sosok pembawa keceriaan.
Dia mengaku masih sedih setiap melihat foto sang ayah.
Hidangan Imlek seperti shabu-shabu dan kue keranjang tetap ada, namun tanpa lapis legit.

Laporan Wartawan WARTAKOTALIVE.COM, ARIE PUJI WALUYO

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Penyanyi Sarwendah merasa perayaan Imlek tahun ini sangat berbeda. Hal ini karena tidak adanya kehadiran ayahnya, Hendrik Lo, ditengah kehangatan keluarga besar.

Hendrik Lo, ayah Sarwendah, meninggal dunia pada Juli 2025.

Karena belum setahun, dia menggelar acara sederhana yang dihadiri keluarga di rumah.

Sarwendah mengakui sosok Hendrik Lo sangat berarti dalam perayaan Imlek keluarganya, karena selalu membawa sukacita, tawa, canda, dan kemeriahan.

“Pasti berbeda, gak ada sosok Yeyeh (sapaan untuk ayahnya). Saudara-saudara sudah pada bilang, kalau ada Yeyeh pasti lebih heboh, lebih seru, dan lebih meriah lagi,” kata Sarwendah saat ditemui di rumahnya di Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (17/2/2026).

“Karena Yeyeh kan orangnya sangat ceria. Jadi pasti ada rasa kehilangan, tapi ya harus tetap dijalani,” tambahnya.

Baca juga: Tidak Ada Kemeriahan, Sarwendah Merayakan Imlek Tanpa Kehadiran Ayahnya hingga Dekorasi Serba Merah

Wanita yang akrab disapa Wenda ini menyebut tradisi Imlek tetap dijalankan olehnya dan keluarga, tetapi ada sesuatu yang hilang saat berkumpul.

“Sebenarnya tradisinya masih sama saja, semuanya sama. Cuma ya beda, ada atau tidaknya kehadiran Yeyeh pasti membuat suasana jauh berbeda,” ucap wanita berusia 36 tahun ini.

Mantan istri Ruben Onsu ini pun harus melewati perayaan Imlek dengan kesedihan. Bahkan, sampai saat ini, dia masih menangisi Hendrik Lo di saat-saat kesepian.

MEMBACA  Indonesia Desak Langkah Nyata Menuju Kemerdekaan Palestina

“Aku tiap kali liat foto Yeyeh masih sangat sedih. Makanya kadang kalau lagi melihatnya jadi… Yeyeh… ya sudahlah,” ungkapnya dengan tegar.

Namun, makanan khas Imlek menurut Sarwendah Tan masih tetap disediakan. Seperti shabu-shabu dan kue keranjang.

Baca juga: Sarwendah Beri Keterangan sebagai Saksi Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik yang Dialami Anaknya

Akan tetapi, Sarwendah tidak menyediakan lapis legit di rumahnya saat keluarga datang merayakan Imlek.

“Biasanya kan ada lapis legit biar rezeki berlipat-lipat. Cuma tidak diperbolehkan, jadi masak shabu-shabu aja sama beberapa makanan khas lainnya,” ujar Sarwendah. (Ari)

Tinggalkan komentar