Kisah Pilu Bayi Monyet: Ditolak Sang Induk, Hingga Temukan “Pelukan” di Sebuah Boneka

Seekor bayi monyet Jepang di Kebun Binatang Ichikawa tiba-tiba jadi perhatian publik setelah ceritanya viral di media sosial.

Bayi monyet itu bernama Punch, sering dipanggil Panchi-kun. Dia hampir tidak pernah terpisah dari sebuah boneka monyet yang ukurannya bahkan lebih besar dari tubuhnya sendiri.

Boneka itu bukan cuma mainan biasa, tapi berfungsi sebagai pengganti figur induk yang tidak pernah dia rasakan sejak lahir.

Punch adalah anak Japanese macaque, atau yang sering dikenal sebagai monyet salju Jepang.

Sejak lahir, dia ditolak oleh induknya. Kondisi seperti ini dalam dunia primata memang bisa terjadi, meski jarang.

Penolakan itu membuat Punch kehilangan kelekatan awal yang sangat penting untuk perkembangan sosial dan emosionalnya.

Tanpa sentuhan dan perlindungan induk, dia harus dibesarkan dengan bantuan manusia agar bisa bertahan hidup.

Penjaga kebun binatang lalu memberikannya boneka sebagai teman emosional. Tindakan ini dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Dalam perawatan satwa, terutama primata yang punya ikatan sosial kuat, benda pengganti sering digunakan untuk membantu mengurangi stres dan kecemasan pada bayi yang terpisah dari induknya.

Sejak saat itu, Punch selalu membawa bonekanya kemana-mana.

Dia memeluknya erat, menggenggamnya saat jalan, dan tetap memegangnya bahkan saat berada di “Monkey Mountain”, habitat buatan tempat kumpulnya kelompok monyet lain.

Tapi proses adaptasi Punch tidak berjalan lancar.

Saat mulai dikenalkan kembali ke kelompoknya, dia terlihat kesulitan untuk berinteraksi secara alami.

Daripada bermain bebas dengan monyet lain, Punch lebih sering terlihat menyendiri sambil memeluk bonekanya.

Beberapa monyet lain bahkan kelihatan penasaran dan mencoba mendekati atau mengganggu benda asing yang selalu dia bawa itu.

MEMBACA  15 Tahun Berpisah, Nada Kembali ke Pelukan Sang Ibu

Tinggalkan komentar