Valero AS Eksklusif Akan Impor Hingga 6,5 Juta Barel Minyak Mentah Venezuela pada Maret, Menurut Sumber

Oleh Nicole Jao, Shariq Khan, Marianna Parraga dan Arathy Somasekhar

NEW YORK, 13 Feb (Reuters) – Valero Energy akan membeli hingga 6,5 juta barel minyak mentah Venezuela pada Maret untuk kilangnya di Pantai Teluk. Ini menjadikannya kilang asing terbesar pengolah minyak negara OPEC itu sejak Amerika Serikat menangkap Presiden Nicolas Maduro pada Januari, kata beberapa sumber pada Jumat.

Valero adalah salah satu kilang AS pertama yang impor kembali minyak Venezuela setelah AS membuat kesepakatan pasokan minyak $2 miliar dengan pemerintah sementara negara itu dan mulai melonggarkan sanksi. Jika Valero berhasil mengambil 10 atau lebih kapal bulan depan, setara dengan sekitar 210.000 barel per hari, mereka bisa lewati raksasa minyak AS Chevron sebagai kilang AS terbesar pengolah minyak Venezuela.

Itu juga akan menjadi jumlah minyak Venezuela terbanyak yang diolah Valero sejak AS pertama kali menjatuhkan sanksi ke industri minyak negara itu pada Januari 2019.

Chevron, satu-satunya raksasa AS yang memproduksi minyak di Venezuela, diperkirakan akan naikkan ekspor minyak Venezuela jadi sekitar 300.000 bpd pada Maret, dari 220.000 bpd di Januari, kata sumber ke Reuters bulan lalu. Chevron biasanya mengolah hingga separuh ekspor itu di kilangnya sendiri, dan menjual sisanya ke kilang AS lain.

Sebagian besar penjualan minyak Venezuela Chevron ke kilang AS biasanya ke Valero. Pada Maret, Chevron diperkirakan akan pasok Valero dengan sebagian besar volume yang direncanakan kilang itu untuk diimpor, kata enam sumber.

Valero juga telah negosiasi beberapa kapal dari rumah dagang termasuk Trafigura, yang merupakan perusahaan pertama yang diizinkan pemerintah AS bulan lalu untuk bergabung dengan Chevron dalam perdagangan minyak Venezuela.

MEMBACA  Apakah Kyiv berpikir gencatan senjata akan berhasil?

Vitol secara terpisah telah jadwalkan tiga kapal nafta untuk dikirim ke perusahaan negara Venezuela PDVSA antara 22 Februari dan 3 Maret, menurut rencana pengiriman yang dilihat Reuters.

Sumber-sumber itu mengingatkan bahwa jadwal pemuatan belum final dan masih bisa berubah. Mereka berbicara dengan syarat anonimitas untuk membahas informasi rahasia.

Vitol dan Trafigura menolak berkomentar. Chevron dan PDVSA tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Juru bicara Valero mengacu pada komentar eksekutif Randy Hawkins setelah rilis laba kuartal keempat pada 29 Januari. Dalam komentar itu, Hawkins konfirmasi Valero sedang dalam pembicaraan dengan penjual resmi minyak Venezuela dan memperkirakan itu akan jadi bagian “cukup besar” dari pembelian minyak beratnya pada Februari dan Maret.

Valero, yang memiliki jaringan kilang terbesar kedua di AS yang bisa olah minyak berat Venezuela, punya perjanjian pasokan jangka panjang untuk beli minyak mentah dari PDVSA sebelum sanksi AS.

Kapasitas total pengilangan Valero untuk minyak Venezuela adalah sekitar 240.000 bpd sebelum ekspansi di kilangnya yang berkapasitas 435.000 bpd di Port Arthur, Texas, pada 2023. Perusahaan sekarang perkirakan bisa mengolah volume minyak Venezuela yang jauh lebih besar, kata Hawkins.

EKSPOR VENEZUELA NAIK

Produksi dan ekspor minyak Venezuela diperkirakan akan alami “peningkatan dramatis” dalam bulan-bulan mendatang, kata Menteri Energi AS Chris Wright di Caracas minggu ini. Output negara itu capai 1 juta bpd bulan ini setelah pemotongan produksi dibalikkan, sementara ekspor melonjak jadi sekitar 800.000 bpd pada Januari.

Penjualan minyak dari Venezuela di bawah kendali AS telah total $1 miliar sejak penangkapan Maduro dan $5 miliar lagi diperkirakan akan masuk ke dana yang dikontrol AS dalam bulan-bulan depan, kata Wright ke NBC News pada Kamis.

MEMBACA  Ribuan orang di seluruh dunia protes perang di Timur Tengah menjelang peringatan 7 Oktober Menurut Reuters

Amerika Serikat telah terbitkan lisensi umum sejak Januari yang mengizinkan ekspor minyak, pasokan bahan bakar ke Venezuela, penyediaan peralatan untuk produksi minyak dan gas, ekspansi ladang minyak dan investasi baru.

Valero telah pertimbangkan untuk beli minyak langsung dari PDVSA di bawah otorisasi baru, yang bisa bantu kembangkan volume lebih lanjut, menurut tiga sumber.

Namun, PDVSA sejauh ini menolak jual ke perusahaan tanpa lisensi individual AS karena masih ada pertanyaan tentang apa yang diizinkan dan apa yang dilarang, kata sumber ke Reuters.

(Pelaporan oleh Nicole Jao dan Shariq Khan di New York, Marianna Parraga dan Arathy Somasekhar di Houston; Penyuntingan oleh Will Dunham)

Tinggalkan komentar