Minggu, 15 Februari 2026 – 03:13 WIB
Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 kembali menyulut semangat regenerasi bulutangkis nasional. Ajang yang diadakan di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, pada 9–14 Februari 2026 ini menjadi tempat unjuk kebolehan bagi 518 atlet muda dari 28 klub—25 klub mitra dan tiga klub undangan.
Turnamen yang diinisiasi PB Djarum bersama Djarum Foundation ini bukan cuma tentang mencari juara. Format pertandingannya juga semakin ditingkatkan. Untuk sektor beregu U-13 digunakan format Piala Thomas & Uber, sedangkan U-15 mengadopsi format Piala Sudirman. Ini bertujuan agar pemain muda terbiasa dengan atmosfer kejuaraan dunia sejak awal.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, menekankan bahwa ajang ini merupakan fondasi penting untuk pembinaan.
“Kejuaraan Klub Mitra adalah usaha untuk menjaga api semangat bulutangkis Indonesia. Klub bisa mengevaluasi kemampuan atletnya, meningkatkan kualitas pembinaan, dan akhirnya melahirkan regenerasi pebulutangkis elite,” kata Yoppy.
Hasilnya mulai terlihat. Beberapa atlet hasil binaan klub mitra sudah berhasil masuk Pelatnas PBSI. Nama-nama seperti Selsi Jovika, Moh Zaki Ubaidillah, hingga Richie Duta Richardo membuktikan bahwa jalur pembinaan ini berhasil.
Tak hanya pertandingan, kejuaraan ini juga diisi dengan coaching clinic dan sesi berbagi ilmu untuk para pelatih. Tahun ini, materi tentang peningkatan endurance disampaikan oleh pelatih fisik PB Djarum, Ari Subarkah. Ekosistem pembinaan terus dijaga agar tetap hidup dan berkembang.
Atmosfer Panas di Lapangan
Di dalam lapangan, ketegangan tidak kalah seru. Salah satu pertandingan paling dramatis terjadi di final tunggal putra U-11. Zayn Abdullah Rajendra (Champion Klaten) berhadapan dengan Kentaro Javas Kaivan Tsaqib (Champion Kebumen).
Zayn, yang sebelumnya pernah kalah dari Kentaro di ajang lain, tampil percaya diri. Dia memenangkan gim pertama 21-16. Kentaro membalas 21-19 dan memaksa rubber game. Sempat tertinggal 11-15, Zayn bangkit dan mengunci kemenangan 21-18.
“Saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk jadi juara. Tahun lalu cuma sampai delapan besar. Senang banget kerja keras terbayar,” ujar Zayn dengan penuh semangat.
Drama juga terjadi di final beregu campuran U-15 dengan format ala Piala Sudirman. Champion Gading Jaya berhasil merebut gelar setelah mengalahkan Champion Magelang dengan skor 3-0.
Kemenangan itu tidak didapat dengan mudah. Di pertandingan pembuka, ganda campuran Jonathan Samuel Daloma/Karla Nelvina Telaumbanua harus bertarung tiga gim selama 1 jam 31 menit sebelum memastikan poin penting. Momentum itu menjadi jalan awal meraih gelar juara.