Dukung Transisi Energi Industri, Wamen ESDM Resmikan Pabrik Mini LNG Jababeka

Ringkasan Berita:

PT Jababeka Tbk, lewat PT Likuid Nusantara Gas, baru saja meresmikan pabrik mini LNG di PIER Pasuruan.
Investasi proyek ini sekitar US$16,9 juta dan diresmikan oleh Wakil Menteri ESDM.
Kapasitas awalnya 2,5 MMSCFD, dan ditargetkan bisa naik jadi 4 MMSCFD.
Ini untuk mendukung transisi energi industri ke arah yang lebih efisien dan rendah emisi.

WARTAKOTALIVE COM – PT Jababeka Tbk (KIJA) melalui anak perusahaannya PT Likuid Nusantara Gas (PT LNG) secara resmi sudah mengoperasikan pabrik mini gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Pasuruan, Jawa Timur.

Peresmiannya dilakukan sama Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Yuliot Tanjung.

Proyek ini dikembangkan melalui PT Likuid Nusantara Gas, yang merupakan perusahaan patungan (joint venture).

Dalam struktur kepemilikannya, PT Jababeka Infrastruktur, anak perusahaan KIJA, pegang 60 persen saham. Sementara itu, PT Fortius Development Asia dan pemegang saham perorangan masing-masing pegang 20% saham. Total nilai investasi untuk pabrik mini LNG ini kira-kira US$16,9 juta.

Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Sentot Harijady Bradjanto Tri Putro selaku Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, yang mewakili Dirjen Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman.

Yang hadir juga ada Noor Arifin Muhammad selaku Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Muhammad Mahmud Azhar Lubis selaku Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Investasi dan Ekonomi, serta Gustavo Ricardo Coppa selaku Duta Besar Argentina untuk Indonesia.

Selain itu, acara ini dihadiri oleh jajaran manajemen PT Jababeka Tbk dan PT Likuid Nusantara Gas, serta direksi PT Fortius Development Asia.

MEMBACA  Layanan Cloudflare Terganggu, Twitter hingga ChatGPT Tidak Dapat Diakses

Baca juga: Lengkapi Gaya Hidup Urban, Living Plaza Jababeka Hadirkan Suasana dan Tenant Baru

**Dukung energi industri yang lebih efisien dan rendah emisi**

Dalam sambutannya, Wamen ESDM Yuliot Tanjung bilang kalau kehadiran pabrik mini LNG PT Likuid Nusantara Gas ini sejalan dengan usaha pemerintah buat memperluas akses energi yang lebih bersih dan efisien untuk sektor industri.

Dia menekankan bahwa fasilitas ini adalah kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa dan diharapkan bisa mengoptimalkan pemanfaatan gas domestik untuk industri, pembangkit listrik, dan kegiatan ekonomi lain, bahkan berpotensi buat didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.

Yuliot juga berharap kehadiran kilang mini LNG ini bisa jadi contoh untuk pengembangan infrastruktur energi modular di berbagai daerah.

Dia menyoroti bahwa subsidi LPG nasional diperkirakan mencapai Rp87 triliun di tahun 2025, jadi fasilitas ini diharapkan bisa mendorong penggantian konsumsi LPG dengan LNG. Ini bisa mengurangi ketergantungan impor dan sekaligus meningkatkan efisiensi anggaran.

“Pada akhirnya akan terjadi efisiensi dan dalam jangka panjang masyarakat bisa dapat energi yang cukup dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Yuliot.

Sama dengan hal itu, Duta Besar Argentina untuk Indonesia, Gustavo Ricardo Coppa, mengungkapkan apresiasi atas beroperasinya fasilitas ini sebagai bukti kolaborasi teknologi antara Indonesia dan Argentina melalui Galileo Technologies.

Tinggalkan komentar