Kemampuan pemerintah untuk menangani drone yang jadi ancaman di Amerika dipertanyakan minggu ini. Ini terjadi setelah penggunaan laser untuk menjatuhkan drone dekat perbatasan Texas menyebabkan penutupan mendadak ruang udara di atas El Paso, kata sumber ke The Associated Press.
Rincian tepatnya tidak sepenuhnya jelas. Tapi seorang sumber bilang laser itu digunakan oleh U.S. Customs and Border Protection tanpa koordinasi dengan FAA.
Dua bulan lalu, Kongres setuju memberi lebih banyak agen penegak hukum wewenang untuk menjatuhkan drone nakal. Itu bisa buat kejadian seperti di El Paso lebih mungkin terjadi.
Ini yang terjadi dan masalah yang timbul:
Masalah Komunikasi Diakui
Pemerintah hanya bilang ruang udara ditutup saat serbuan drone kartel narkoba Meksiko dinetralisir.
Tapi dua orang yang bicara dengan anonim bilang FAA menghentikan semua pesawat di area El Paso karena khawatir dengan keamanan sistem laser yang dipakai dekat pesawat komersil. Pembatasan awalnya direncanakan 10 hari, tapi dicabut beberapa jam kemudian.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem bilang Jumat bahwa agen-agen pemerintah yang terlibat sedang bekerja atasi kekhawatiran yang menyebabkan pembatalan lebih dari selusin penerbangan.
“Ini misi tugas bersama beberapa agen dan kami terus bekerja pada komunikasinya,” kata Noem di Arizona.
Tapi pakar perang drone Brett Velicovich bilang kekacauan di Texas mempertanyakan apakah AS akan siap hadapi ancaman drone yang besar.
Drone Bisa Jadi Ancaman
Drone bersenjata lakukan serangan menghancurkan setiap hari di Ukraina. Kendaraan tanpa awak itu juga memungkinkan Ukraina serang jauh di dalam Rusia.
Velicovich, yang dulu pakai drone Predator di militer, bilang tidak sulit bagi orang berniat jahat untuk beli drone dengan beberapa ratus dolar dan buat kerusakan besar di acara publik seperti pertandingan Piala Dunia atau perayaan ulang tahun ke-250 Amerika musim panas ini.
Kartel rutin pakai drone untuk kirim narkoba lewat perbatasan Meksiko dan awasi petugas Patroli Perbatasan. Pejabat bilang ke Kongres musim panas lalu bahwa lebih dari 27.000 drone terdeteksi dalam 500 meter dari perbatasan selatan dalam enam bulan terakhir 2024.
Pemerintah baru saja berikan hibah $250 juta ke 11 negara bagian yang akan jadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia untuk bantu mereka siap hadapi ancaman drone.
Lebih Banyak Hampir Tabrakan Melibatkan Drone
Ancaman ke pesawat dari drone terus meningkat, bersama jumlah hampir tabrakan di sekitar bandara. Kementerian Keamanan Dalam Negeri perkirakan ada lebih dari 1,7 juta drone terdaftar terbang di AS, dan jumlahnya terus tumbuh.
Drone yang lebih besar diharuskan bawa transponder radio yang identifikasi pemilik dan siarkan posisinya untuk bantu cegah tabrakan. Kota-kota juga bisa investasi sensor tambahan di sekitar stadion untuk bantu cepat deteksi drone.
Airspace Link, perusahaan Detroit, buat sistem kontrol lalu lintas udara ketinggian rendah untuk lacak drone dan bisa beri peringatan ke pihak berwajib. Kota bisa beli sensor tambahan untuk tingkatkan sistem itu di sekitar stadion atau lokasi penting lain.
“Kami tidak ingin sesuatu terjadi,” kata CEO Michael Healander. “Tapi kami juga ingin siap punya alat yang diperlukan untuk ambil tindakan, karena ini acara global yang sangat besar.”
Bertindak Melawan Drone Nakal
Sistem anti-drone umum pakai sinyal radio untuk ganggu atau paksa drone mendarat. Tapi pemerintah juga sudah kembangkan gelombang mikro bertenaga tinggi atau sinar laser seperti yang katanya dipakai di Texas minggu ini, yang bisa lumpuhkan mesin drone.
Beberapa sistem lain tempatkan drone kecil untuk terbang cepat dan tabrak drone yang dianggap ancaman. Dan ada sistem yang pakai peluru untuk jatuhkan drone.
Michael Robbins, presiden asosiasi perdagangan drone internasional, bilang sistem anti-drone ini lebih umum di zona perang daripada di seluruh AS. Tapi pemerintah sedang kerja untuk berikan teknologi ini ke lebih banyak petugas di seluruh negeri.
Pilot Khawatir Tentang Drone
Juru bicara serikat pilot, Kapten Dennis Tajer, bilang dia tidak yakin seberapa besar ancaman teknologi anti-drone itu ke pesawat American Airlines yang dia terbang, karena sangat sedikit rincian yang dirilis tentang kejadian di Texas.
Tajer bilang dia lebih khawatir tentang kemungkinan pesawat jet penumpang bertabrakan dengan drone karena itu bisa jatuhkan pesawat. Setahun lalu, 67 orang tewas ketika pesjet American Airlines bertabrakan dengan helikopter Angkatan Darat dekat Washington, D.C.
“Anda tidak perlu jadi pilot, insinyur, atau ahli pertahanan untuk paham bahwa dua benda logam di langit yang satu tidak tahu yang lain ada dan tidak terkontrol itu berbahaya,” kata Tajer. “Kita harus jaga dua benda logam itu jauh dari satu sama lain.”