Kisah Hidup Bitcoin ‘Membunuh Satoshi’ Mengandalkan Kecerdasan Buatan Generatif

Film biopik mendatang tentang pencipta misterius Bitcoin, Satoshi Nakamoto, yang dibintangi oleh Casey Affleck dan Pete Davidson, menuai kontroversi karena kesediaannya menggunakan kecerdasan buatan. AI tak hanya dipakai untuk menghasilkan latar belakang dan lokasi adegan, tetapi juga untuk menyesuaikan performa akting para pemeran.

Film berjudul Killing Satoshi ini akan disutradarai oleh Doug Liman (The Bourne Identity dan Road House 2024). Namun, produser Ryan Kavanaugh-lah yang mencuri perhatian saat mengungkap dalam pemberitahuan casting di Inggris bahwa para pembuat film berhak "menyesuaikan" performa aktor, termasuk hak untuk "mengubah, menambah, mengurangi, menerjemahkan, mereformat, atau memproses ulang" performa tersebut. Menurut laporan dari Variety, para aktor sendiri akan berakting di "panggung tangkapan performa tanpa penanda dan bukan di lokasi sesungguhnya."

Pengungkapan ini muncul di tengah meningkatnya kecemasan dan ketidakpastian di industri film dan televisi, khususnya terkait penggunaan AI untuk menambah atau bahkan menggantikan sepenuhnya karya para profesional kreatif. Serikat pekerja, pengacara hak cipta, dan pengadilan federal sedang berusaha memahami implikasi dari kemampuan luar biasa AI generatif dalam memanfaatkan kembali materi kreatif yang ada.

Sebagai contoh, pertemuan buatan AI antara karakter Neo dan John Wick yang diperankan Keanu Reeves dengan Terminator ikonik Arnold Schwarzenegger yang dibuat menggunakan Seedance 2.0, atau klip AI Jack Black yang berperan lucu sebagai Darth Vader dari Star Wars yang dibuat dengan Google’s Veo 4, dapat dengan cepat memberikan gambaran tentang kekuatan transformatif dan disruptif teknologi ini.

Menanggapi kecemasan publik terkait pilihan untuk mengandalkan AI dalam pembuatan Killing Satoshi, produser Ryan Kavanaugh menyatakan kepada Variety:

"Kami sangat berhati-hati, sensitif, dan terlampau protektif terhadap aktor kami untuk memastikan kami hanya menggunakan AI tangkapan performa, yang berarti kami tidak akan memiliki aktor hasil AI yang tidak nyata. AI adalah alat yang kami gunakan untuk membuat proses pembuatan film lebih efisien sambil mempertahankan pekerjaan semua kepala departemen, semua pekerjaan aktor, dan semoga membantu menumbuhkan industri dengan cara yang positif."

MEMBACA  Kecerdasan AI Semakin Berkembang, Membuat Penilaian Kemampuan Model Semakin Sulit

Meski saat ini masih dalam tahap produksi, Killing Satoshi akan menjadi salah satu film pertama yang menguji batasan-batasan ini. Siapapun yang tertarik pada persimpangan AI dan karya kreatif perlu memperhatikan baik-baik respons atas film ini.

Tinggalkan komentar