Indonesia Bidik Pasar Haji Saudi dengan Beras Bulog

Jakarta (ANTARA) – Badan logistik negara, Bulog, telah menawarkan produk "Beras Haji Nusantara" kepada importir Arab Saudi. Ini merupakan upaya memperluas pasar pangan Indonesia untuk jamaah haji dan umrah.

Penawaran dilakukan pada acara business matching yang diadakan oleh Konsulat Jenderal RI di Jeddah, menurut keterangan Tim Media Kepresidenan di Jakarta, Sabtu.

Beras Haji Nusantara adalah produk super-premium dari padi segar petani Indonesia. Diproses dengan mesin penggilingan modern dan standar mutu tinggi. Produk ini memenuhi standar ekspor, dengan kadar air terkontrol, tingkat beras pecah rendah, dan telah melalui uji laboratorium.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan minat dari importir merupakan sinyal positif untuk ekspor beras ke Arab Saudi guna memenuhi kebutuhan jamaah.

"Setelah presentasi dan sesi tasting dengan importir, respons yang kami terima sangat baik dan cukup menggembirakan," kata Ramdhani.

Importir berkesempatan mencoba beras yang dimasak dari bijian Indonesia dan membandingkannya dengan produk negara lain. Mereka mencatat beras Indonesia memiliki tekstur lembut, aroma wangi, dan cita rasa yang cocok dengan selera pasar Saudi.

Ramdhani menambahkan, Bulog optimis importir di Makkah, Madinah, dan Jeddah dapat menyerap volume signifikan dari beras Bulog.

"Suatu kebanggaan dan kehormatan jika Beras Haji Nusantara dapat digunakan memenuhi kebutuhan jamaah haji. Kami berharap langkah ini membawa berkah bagi bangsa dan memperkuat posisi produk pangan nasional di pasar global," ujarnya.

Eksplorasi pasar ini sejalan dengan target pemerintah mulai mengekspor beras premium ke Arab Saudi. Pemerintah merencanakan pengiriman perdana sebanyak 2.280 ton beras premium pada minggu ketiga Februari 2026.

Pengiriman perdana dimaksudkan untuk kebutuhan konsumsi haji tahun ini dan menjadi langkah awal Indonesia masuk ke rantai pasok pangan sektor haji dan umrah di Arab Saudi.

MEMBACA  Layanan Feri Kembali Normal di Selat Bali Setelah Inspeksi Keselamatan

Translator: Maria Cicilia, Kuntum Khaira
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar