Jawa Timur Jelajahi Kerja Sama Provinsi Kembar dengan Samarkand

Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa mereka sedang menjajaki kerja sama provinsi kembar antara Jawa Timur dan Kota Samarkand, Uzbekistan, untuk mempererat hubungan bilateral di bidang perdagangan, pendidikan, budaya, dan jejaring masyarakat.

“Bapak Oybek menyampaikan harapan agar kita dapat menandatangani kerja sama provinsi kembar antara Jawa Timur dan Samarkand,” ujar Parawansa di sini pada Sabtu saat menerima Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia dan ASEAN, Oybek Eshonov.

Dia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini sedang menyelesaikan proses administrasi dan perizinan sesuai regulasi melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan.

Setelah tahapan ini selesai, penandatanganan protokol kerjasama direncanakan sebelum diajukan untuk persetujuan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur.

Penandatanganan dijadwalkan bersamaan dengan kunjungan Gubernur Samarkand ke Jawa Timur pada tanggal 4-7 April.

Selain aspek ekonomi dan pemerintahan, Parawansa menekankan bahwa Jawa Timur dan Samarkand memiliki ikatan sejarah dan spiritual yang dekat.

“Jawa Timur dan Samarkand memiliki koneksi spiritual dan keagamaan yang kuat. Dari pesantren-pesantren kita, banyak yang melakukan kunjungan religius ke makam Imam Bukhari, karena mereka mendalami hadis beliau secara luas,” katanya.

Dia menambahkan bahwa salah satu Wali Songo, Syekh Maulana Malik Ibrahim, yang berperan dalam penyebaran Islam di Jawa Timur, dipercaya berasal dari Asia Tengah, termasuk Samarkand.

“Oleh karena itu, kami juga memperkuat ikatan spiritual dari perspektif budaya dalam hubungan Indonesia-Uzbekistan, khususnya Jawa Timur-Samarkand,” tambahnya.

Dalam hal perdagangan, dari Januari hingga Oktober 2023, ekspor non-migas Jawa Timur ke Uzbekistan mencapai US$9,36 juta, meningkat dari tahun sebelumnya, dengan tren pertumbuhan rata-rata lima tahun yang kuat.

MEMBACA  Bojan Hodak Memberikan Pesan Penting kepada Racmat Irianto yang Gagal Bergabung dengan Timnas Indonesia

Komoditas ekspor utama meliputi lemak dan minyak hewani atau nabati, produk makanan olahan, sabun dan preparat pembersih, serta kertas dan karton.

Berita terkait: East Java leads Sekolah Rakyat program rollout with 26 schools

Berita terkait: East Java seeks China ties on education, trade

Berita terkait: East Java pushes women to become agents of national development

Penerjemah: Willi, Kenzu
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar