Setiap Desa Miliki Pabrik Es Sendiri

Jumat, 13 Februari 2026 – 20:46 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menargetkan akan membangun 5.000 desa nelayan dalam empat tahun ke depan. Ia menambahkan bahwa para nelayan nantinya tidak hanya akan mendapat fasilitas cold storage dan kapal baru.

Tapi, menurut dia, nelayan juga akan mendapat fasilitas kemudahan ekspor dan kredit lunak hingga 12 tahun.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Indonesia Economic Outlook di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Prabowo menyatakan, terdapat 1.000 desa nelayan yang akan dibangun pada tahun 2026 ini, dengan masing-masing desa terdiri dari 300 hingga 2.000 nelayan. Ia menekankan program desa nelayan merupakan upaya pemerintah untuk memberdayakan para nelayan yang selama ini kurang mendapat perhatian.

Presiden Prabowo Subianto

Photo : Tim Media Presiden Prabowo

"Mereka kadang-kadang tidak bisa punya es, tidak ada pabrik es di desa mereka. Mereka sulit dapat solar. Mereka sulit untuk dapat akses ke pasar. Ini kita ubah," ujarnya.

Secara total, Prabowo menyatakan akan membangun 5.000 desa nelayan dalam empat tahun. Setiap desa akan dibangun pabrik es dan cold storage. Tidak hanya itu, pemerintah juga akan membangun dermaga dan membagikan kapal untuk para nelayan.

"Kita totalnya dalam empat tahun mendatang kita akan membangun 5.000 desa nelayan. Tiap desa nelayan kita akan bangun pabrik es, kita akan bikin cold storage, kita akan bikin dermaga, kita akan bagikan kapal-kapal, kita akan siapkan kendaraan," katanya.

Prabowo menekankan, para nelayan di desa nelayan akan diorganisir oleh koperasi. Bahkan, Prabowo menyatakan akan memberi kemudahan dari sisi regulasi maupun akses kepada desa nelayan untuk mengekspor hasil lautnya.

MEMBACA  Tiga Mobil Listrik Baru yang Akan Diluncurkan di Indonesia Akhir Bulan Ini

"Kita akan permudah akses kepada ekspor. Mereka bisa ekspor langsung. Kita akan buka pelabuhan-pelabuhan, lapangan-lapangan terbang boleh ekspor langsung. Kita akan permudah regulasi supaya mereka bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi yang mendasar," katanya.

Presiden Prabowo Tinjau SPPG Polri

Photo : ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden

Prabowo menyatakan, berbagai investasi itu akan dikembalikan oleh pada nelayan. Dikatakan, para nelayan dapat mengembalikan investasi itu dalam waktu 10 hingga 12 tahun.

"Nanti mereka akan kembalikan investasi itu, tetapi kita kasih kelonggaran mengembalikannya supaya tidak terlalu berat untuk mereka. Kita beri kelonggaran pengembaliannya bisa di atas 10 tahun, 11 sampai 12 tahun," katanya.

Economic Outlook Indonesia 2026; Sebuah Optimisme Baru

Saatnya dunia untuk melihat Nusantara sebagai pemain utama, bukan penonton di pinggir lapangan ekonomi global. Prabowo meyakini itu di economic outlook Indonesia 2026.

VIVA.co.id | 13 Februari 2026

Tinggalkan komentar