Luhut Ungkap Detil Pertemuan dengan MSCI, Inilah Pembahasannya

Jumat, 13 Februari 2026 – 14:14 WIB

Jakarta, VIVA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru-baru ini sempat bergejolak. Ini terjadi karena peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait transparansi pasar modal Indonesia.

Baca Juga:
Ngeri! Bos Microsoft Ramal AI Bakal Gantikan Pekerja Kantoran Dalam Waktu Dekat

Menyikapi hal ini, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengaku telah bertemu dengan perwakilan MSCI beberapa waktu lalu.

Dalam acara ‘Dinamika Ekonomi Global dan Nasional’ di Kantor DEN, Jakarta, Luhut menyebutkan diskusi hampir 2 jam dengan MSCI itu membahas rencana reformasi pasar modal Indonesia.

Baca Juga:
Si-Muli Digitalisasi Pengadaan Barang dan Jasa hingga Perluas Pasar UMKM

"Kemarin Morgan Stanley datang ke kantor saya. Kami diskusi hampir 2 jam. Jadi MSCI ini jadi momentum untuk capital market reform," kata Luhut, Jumat (13/2/2026).

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan

Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Baca Juga:
Elon Musk Mau Bangun Pabrik AI di Bulan, Satelit Diluncurkan Pakai ‘Ketapel Raksasa’

Oleh karena itu, Luhut memastikan pemerintah saat ini mendorong langkah digitalisasi. Tujuannya untuk memperbaiki berbagai aspek, seperti tata kelola pemerintahan hingga penyaluran bantuan sosial (bansos).

Upaya digitalisasi ini, diakui Luhut, juga hasil asistensi pemerintah bersama Bank Dunia, bahkan penelitian dari Harvard Institute.

Dengan demikian, Luhut menegaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan ke MSCI bahwa sebenarnya tidak ada masalah serius yang dihadapi Indonesia.

Kepada MSCI, Luhut juga memastikan pemerintah Indonesia sedang mereformasi pasar modal. Termasuk mencari Sumber Daya Manusia (SDM) muda yang kompeten dan tidak mudah disuap.

"Saya bilang sama dia (MSCI), kita mau reform, kita ada usul ke Presiden supaya kapital market ini di-reform," kata Luhut.

"Manusianya dicari yang muda, yang paham uang, yang sulit untuk disogok-sogok dan berbasis AI, supaya makin sulit untuk dipermainkan," ujarnya.

AI Diprediksi Ciptakan Pengangguran Massal, Kelas Menengah Paling Terpukul
Tokoh AI dan CEO Khan Academy peringatkan pengangguran massal akibat AI. Penurunan 10 persen pekerjaan white collar saja disebut terasa seperti depresi.

VIVA.co.id
13 Februari 2026

MEMBACA  Menteri Mendesak Percepatan Pengembangan Infrastruktur Gas

Tinggalkan komentar