Asosiasi Satelit Indonesia Kini Diperkuat Pimpinan Baru

Jumat, 13 Februari 2026 – 06:14 WIB

Jakarta, VIVA – Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) sekarang sudah punya kepengurusan baru. Dari hasil Rapat Anggota Luar Biasa (RALB), ditetapkan Risdianto Yuli Hermansyah sebagai ketua umum ASSI untuk periode 2026-2029.

Baca Juga:


Langit Nusantara Tak Pernah Sepi

Pria yang saat ini menjabat sebagai vice president Corporate Planning and Business Development PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) tersebut menggantikan posisi Anggoro Kurnianto Widiawan.

Dalam sambutannya, Risdianto langsung menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi industrinya dalam tiga tahun terahir, mulai dari isu regulasi, perkembangan teknologi satelit LEO dan non-GEO, sampai konvergensi layanan satelit dan non-satelit.

Baca Juga:


Satelit Telkomsat Dukung Pemulihan Konektivitas Terdampak Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumatra

“ASSI berperan sebagai wadah untuk koordinasi dan positioning bersama bagi para pelaku industri, untuk mendorong kolaborasi dan memperkuat kemandirian industri satelit nasional,” ungkapnya, Jumat, 13 Februari 2026.

Risdianto juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas nasional, termasuk pengembangan bakat muda, tata kelola organisasi yang transparan, dan upaya menjaga kedaulatan teknologi antariksa di tengah kompetisi global.

Baca Juga:


Anak Usaha Telkom Gandeng Kemenkes Digitalisasi Layanan Kesehatan Berbasis AI

Dengan fokus pada penguatan industri dalam negeri dan kolaborasi yang solid dengan seluruh ekosistem, ia optimis industri satelit bisa menjadi salah satu pilar strategis untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“ASSI harus menjadi ruang sinergi industri untuk memperkuat kemandirian teknologi, bisa adaptif terhadap perkembangan global, dan menjaga keberlanjutan usaha pelaku satelit dalam negeri,” jelasnya.

Indonesia Punya Senjata Baru di Ruang Angkasa

Indonesia perlu sistem komunikasi yang andal, aman, dan mampu menjangkau seluruh penjuru Nusantara.

MEMBACA  Industri Pariwisata Telah Kehilangan Rp 58 Triliun akibat Penutupan Pemerintah. Pemangkasan Penerbangan FAA yang Dimulai Jumat Menjadi Ancaman Baru.

VIVA.co.id

25 Desember 2025

Tinggalkan komentar