Sertifikasi Mengajar: Standar Baru bagi Guru Bahasa Inggris di Pasar Global

Jumat, 13 Februari 2026 – 01:12 WIB

Jakarta, VIVA – Meningkatnya mobilitas pelajar dan tenaga kerja antarnegara turut mengubah lanskap profesi pengajar bahasa Inggris. Jika sebelumnya kemampuan bahasa Inggris saja dianggap cukup, kini pasar kerja internasional menuntut standar kompetensi mengajar yang lebih terukur dan diakui secara global.

Baca Juga :


5 Rekomendasi Tes Inggris Online Diakui CPNS, BUMN, OJK dan IPDN

Satu kualifikasi yang paling sering disebut dalam lowongan guru bahasa Inggris internasional adalah Cambridge CELTA (Certificate in Teaching English to Speakers of Other Languages). Berbeda dari pelatihan berbasis teori, program ini dikenal karena fokusnya pada praktik mengajar langsung di kelas dengan sistem evaluasi terstruktur. Scroll untuk info lebih lengkap!

Program CELTA didesain dengan durasi minimal 120 jam. Peserta tidak cuma belajar teori dasar pengajaran, tapi juga menjalani praktek mengajar nyata yang dinilai tutor bersertifikasi. Mereka mendapatkan umpan balik terstruktur, menyusun rencana pembelajaran, menganalisis bahasa, serta melatih manajemen kelas dan refleksi profesional.

Baca Juga :


Tak Terima Anaknya Ditegur, Guru Madrasah di Sampang Dianiaya Orangtua Murid

Model pelatihan seperti ini dianggap relevan dengan kebutuhan industri pendidikan global yang makin menekankan kesiapan praktis. Terutama di era pembelajaran digital dan kelas multikultural, pengajar dituntut adaptif dan mampu merancang pembelajaran efektif dalam berbagai konteks.

Baca Juga :


Rekomendasi Khusus Bahasa Inggris Online Private Terbaik 2026

Cambridge English dalam rilis resminya melaporkan hasil studi terhadap 200 iklan lowongan pengajaran bahasa Inggris (ELT) di 41 negara sepanjang Januari–September 2025. Hasilnya, CELTA dicantumkan dalam 63,5 persen iklan tersebut. Data ini menunjukkan bahwa sertifikasi berbasis praktik makin menjadi patokan kualitas minimum di pasar kerja internasional.

MEMBACA  Danantara Bukan Solusi Ajaib, Bisakah Menopang Runtuhnya Pasar Modal?

Dampak pada Karier dan Profesionalisme

Bagi banyak pengajar, nilai tambah sertifikasi seperti CELTA tidak hanya pada ijazahnya, tapi pada perubahan cara mengajar. Pola perencanaan sistematis, kebiasaan refleksi, dan evaluasi berkelanjutan menjadi bagian dari budaya profesional yang terbentuk selama pelatihan.

Asri Nurul Qodri, yang kini melanjutkan studi Linguistics di Arizona State University, AS, menilai pelatihan ini membentuk fondasi kariernya.

“Saya lihat CELTA sebagai salah satu pelatihan inti yang sangat penting bagi yang ingin memulai karier di bidang ESL/EFL. Teknik mengajar dan pengetahuan yang saya dapat sangat berkontribusi pada filosofi mengajar saya dan kemampuan menghadapi berbagai situasi kelas,” ujar Asri dalam keterangan yang dikutip Jumat 13 Februari 2026.

Halaman Selanjutnya

Akses di Indonesia

Tinggalkan komentar