Pemerintah Provinsi Sumbar Rencanakan Empat Langkah Tangani Destinasi Wisata Pasca Bencana
Padang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat merancang empat langkah penanganan untuk destinasi wisata yang terdampak bencana pada akhir November 2025 lalu.
Wakil Gubernur Sumatra Barat, Vasko Ruseimy, menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjugan delegasi dari DPR RI, Kementerian Pariwisata, Perindustrian, Ekonomi Kreatif, Koperasi dan UKM, serta perwakilan ANTARA, RRI, dan TVRI di Padang, Kamis.
"Pertama, kami melakukan pemetaan terhadap destinasi wisata yang terdampak," ujar Ruseimy.
Pemetaan ini bertujuan memastikan keamanan lokasi untuk dikunjungi wisatawan serta memberikan rasa aman bagi setiap pelancong yang datang ke Sumbar.
Langkah kedua adalah manajemen krisis dan edukasi keselamatan. Dinas Pariwisata bersama kelompok sadar wisata (pokdarwis) memperkuat komunikasi mengenai penanggulangan bencana dan risiko pada wisatawan, termasuk penandaan zona aman dan standar keamanan.
"Ketiga, kami mengembangkan volunteer tourism atau wisata relawan," tambahnya.
Konsep wisata sosial ini diperkenalkan sebagai bagian dari pemulihan pascabencana, memungkinkan wisatawan turut serta dalam kegiatan perbaikan selama berkunjung.
Langkah terakhir, pemerintah daerah memasukkan data ke dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Aplikasi R3P berfungsi sebagai basis data resmi untuk perencanaan program pemulihan, penyaluran bantuan, dan sinkronisasi dukungan pusat dan daerah.
Secara umum, bencana tersebut berdampak pada 67 destinasi wisata yang tersebar di berbagai kabupaten/kota seperti Solok, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Kota Padang, Kota Pariaman, Limapuluh Kota, Kota Padang Panjang, dan Pesisir Selatan.
Ruseimy menjelaskan, destinasi terdampak termasuk 14 homestay dengan total kerusakan mencapai Rp45,5 miliar, kerugian Rp16,7 miliar, dan luas area terdampak 983.238 meter persegi.
Ia berharap kunjungan kerja khusus anggota DPR dan mitra terkait ini dapat mempercepat pemulihan sektor pariwisata di daerahnya, mengingat Sumbar merupakan destinasi wisata berskala nasional dan internasional.
Berita terkait:
- Kementerian Paparkan Langkah Mitigasi Bencana di Situs Wisata
- Indonesia Dorong Sumbar sebagai Destinasi Wisata Kuliner dan Halal
- Pekan Olahraga Nasional Jadi Sarana Promosi Pariwisata dan UKM Sumatra Utara
Penerjemah: Muhammad Zulfikar, Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026