AS Desak Eropa untuk Ambil Alih Kepemimpinan Pertahanan di NATO

Elbridge Colby, pejabat kebijakan Pentagon, menyatakan pendekatan NATO yang kini berlaku ‘sudah tidak relevan lagi.’

Dengarkan artikel ini | 3 menit

Pejabat tinggi Pentagon, Elbridge Colby, menyerukan agar NATO membangun “kemitraan, bukan ketergantungan,” dengan menegaskan bahwa Eropa harus mengambil tanggung jawab utama untuk pertahanannya sendiri.

Pejabat AS tersebut berada di Brussel untuk bertemu dengan para Menteri Pertahanan NATO pada Kamis lalu, di mana ia menyampaikan pidato yang menyerukan “realisme yang jernih dan adaptasi mendasar oleh semua pihak.”

Dengan mencatat bahwa pendekatan aliansi militer saat ini “tidak lagi sesuai dengan tujuannya,” ia menyatakan bahwa “NATO 3.0” yang baru memerlukan “upaya yang jauh lebih besar dari sekutu-sekutu kita untuk maju dan mengambil tanggung jawab utama atas pertahanan konvensional Eropa.”

Dengan bersikeras bahwa penataan ulang prioritas kepentingan AS bukanlah sebuah retret dari Eropa, ia menyatakan bahwa hal itu merupakan “penegasan atas pragmatisme strategis dan pengakuan atas kemampuan tak terbantahkan sekutu-sekutu kita untuk maju.”

Colby mengatakan AS akan terus menyediakan pencegahan nuklir yang diperluas dan, “dengan cara yang lebih terbatas dan terfokus,” berkontribusi pada pertahanan NATO, serta “melatih, berlatih, dan merencanakan bersama sekutu-sekutu kita.”

“Namun, kami juga akan terus mendesak, dengan hormat namun tegas dan bersungguh-sungguh, untuk penyeimbangan kembali peran dan beban di dalam Aliansi,” tambahnya.

Komitmen untuk PURL

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan dalam konferensi pers pada Kamis bahwa pertemuan tersebut adalah “salah satu yang paling penting” yang pernah ia ikuti.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa dalam jangka panjang, “payung nuklir AS akan tetap menjadi penjamin utama keamanan kami di Eropa dan Kanada, namun juga akan ada kehadiran konvensional AS yang kuat di Eropa.”

MEMBACA  Persib Bandung Berencana Tampil Semaksimal Mungkin untuk Mengalahkan Madura United

Ia memberitahu para wartawan bahwa negara-negara NATO telah mengumumkan komitmen dana ratusan juta dolar untuk mendukung Prioritised Ukraine Requirements List (PURL). Inisiatif ini menyuplai Ukraina dengan peralatan dan amunisi buatan AS.

Rutte berterima kasih kepada Britania Raya, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Lituania atas kontribusinya, dan menyatakan ia mengharapkan lebih banyak komitmen lagi segera.

“Kabar baiknya adalah miliaran dana tersebut mulai mengalir,” ujarnya.

Pada hari Rabu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan perlindungan lebih dari serangan Rusia.

“Sistem ‘Patriot’ lah yang paling efektif menangkal rudal balistik Rusia, dan pasokan misil untuk sistem ini dibutuhkan setiap hari,” katanya, sambil berterima kasih kepada para kontributor program PURL.

“Segala hal yang ada dalam program pertahanan udara saat ini harus datang lebih cepat. Terima kasih kepada para pemimpin yang memahami hal ini dan membantu.”

Tinggalkan komentar