Indonesia dan Norwegia Mulai Pembicaraan Insentif Kelima untuk Pengurangan Karbon

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia dan Norwegia telah memulai pembicaraan mengenai fase kelima inisiatif pengurangan emisi karbon berbasis hasil bilateral (RBC-5), ungkap Menteri Kehutanan Indonesia Raja Juli Antoni.

“Kami telah berdiskusi dengan Norwegia sambil berupaya memperbaiki verifikasi data, dengan mempertimbangkan saran untuk meningkatkan standar melalui ART-TREES,” kata dia dalam peluncuran fase keempat Dana Komunitas untuk Lingkungan di Jakarta, Kamis.

Dia merujuk pada keterkaitan Indonesia dengan Architecture for REDD+ Transactions (ART) dan The REDD+ Environmental Excellence Standard (TREES), standar ART untuk mengukur, memantau, melaporkan, dan memverifikasi pengurangan serta penyerapan emisi gas rumah kaca dari kegiatan REDD+ di tingkat yurisdiksi dan nasional.

REDD+ adalah kerangka kerja mitigasi perubahan iklim yang didukung PBB, berfokus pada pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan di negara berkembang sekaligus mempromosikan konservasi dan peningkatan hutan.

Antoni mencatat bahwa pembiayaan aksi iklim dibawah skema ART-TREES dapat membantu Indonesia mencapai target pengurangan emisi *Net Sink* FOLU 2030.

“Pemerintah telah mendaftarkan 10 provinsi ke dalam skema ART-TREES. Intinya, kami akan terus bekerja ke arah ini,” ujar menteri tersebut.

Pada kesempatan sama, Menteri Pembangunan Internasional Norwegia Åsmund Aukrust menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama lama kedua negara di berbagai bidang, termasuk reboisasi dan pengurangan emisi.

Dia menyatakan optimisme bahwa Indonesia dan Norwegia akan terus memperkuat kolaborasi mereka di masa depan.

Melalui kemitraan iklim bilateral ini, Indonesia menerima US$56 juta dibawah RBC-1 untuk mengurangi 11,2 juta ton setara karbon dioksida selama periode 2016–2017.

Selanjutnya, negara ini memperoleh total US$100 juta dibawah RBC-2 dan RBC-3 atas pemotongan 20 juta ton emisi selama 2017–2019, serta US$60 juta dibawah RBC-4 untuk pengurangan emisi yang dicapai pada 2019–2020.

MEMBACA  Pengguna Oura Ring Pertanyakan Keterkaitan dengan Palantir dan Proyek Militer AS

Berita terkait: RI tingkatkan stok karbon 34.478 ton CO2 lewat kemitraan Norwegia

Berita terkait: COP30: Indonesia targetkan pengurangan emisi CO2 1,5 gigaton pada 2035

Berita terkait: Indonesia pertimbangkan energi nuklir untuk capai target *net-zero* 2060

Penerjemah: Prisca T, Tegar Nurfitra
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar