Istanbul (ANTARA) – Badan Penjaminan Jaminan Produk Halal (BPJPH) Indonesia telah mengonfirmasi sertifikasi halal untuk 2.340 unit layanan pemenuhan gizi (SPPG) yang beroperasi sebagai dapur dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“Data dari platform Sihalal kami menunjukkan bahwa 2.340 SPPG telah memperoleh sertifikat halal. Kami bisa jamin bahwa angka ini akan terus naik di tengah upaya percepatan sertifikasi kami. Bahkan, proses sertifikasi sedang berjalan untuk beberapa dapur lainnya,” kata Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan.
Dia menyatakan dalam keterangan pers pada Kamis bahwa besarnya jumlah SPPG tersertifikasi mencerminkan upaya strategis pemerintah untuk memastikan baik status halal maupun kecukupan gizi dari semua makanan yang disajikan di bawah program MBG.
“Lembaga kami saat ini berupaya mempercepat sertifikasi halal dengan menempatkan penyelia yang bertugas memastikan seluruh proses produksi makanan mematuhi standar jaminan produk halal di setiap SPPG,” tambah Hasan.
Dia lebih lanjut menerangkan bahwa para penyelia pada dasarnya adalah penanggung jawab dapur MBG masing-masing, yang telah menjalani pelatihan standar halal yang diselenggarakan oleh BPJPH.
“Mempercepat sertifikasi halal untuk SPPG adalah suatu keharusan,” tegasnya, menyebutkan bahwa program pelatihan sejauh ini telah membekali total 3.198 pimpinan SPPG dengan kompetensi pengawasan jaminan halal.
Pejabat itu kemudian menekankan bahwa BPJPH akan terus memperluas jangkauan inisiatif peningkatan kapasitas ini dalam upaya meningkatkan jumlah dapur MBG yang bersertifikat halal.
“Mendukung fungsi kami, para penyelia ini diharapkan dapat mengambil tindakan segera ketika menemukan praktik yang tidak memenuhi standar di lapangan, baik terkait bahan baku maupun proses produksinya,” ujarnya, meyakinkan bahwa BPJPH akan tetap bertanggung jawab atas tugas pengawasan.
Hasan kemudian menyatakan bahwa penempatan penyelia halal di semua SPPG juga bertujuan untuk mempromosikan prinsip kepercayaan, keterlacakan, dan transparansi dalam seluruh proses pelaksanaan MBG.
“Mengingat rantai pasok yang panjang dalam program MBG, kami bermaksud agar sertifikasi halal dapat membantu menjamin aspek kualitas, kandungan gizi, dan juga status kehalalan makanan,” tutupnya.