Persib Ditaklukkan Ratchaburi, Bobotoh Soroti Kesalahan Fatal Bojan Hodak

Kamis, 12 Februari 2026 – 14:30 WIB

VIVA – Kekalahan besar Persib Bandung dari Ratchaburi FC di leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026, memicu banyak kritik dari para Bobotoh.

Baca Juga:
Klarifikasi Andrew Jung usai Ngamuk Tendang Botol saat Persib Dibantai Ratchaburi

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Ratchaburi, Thailand, Rabu lalu itu dimenangi Ratchaburi dengan skor telak 3-0.

Banyak Bobotoh berpendapat hasil buruk ini bukan cuma karena performa pemain, tapi lebih karena kesalahan strategi dari pelatih Bojan Hodak.

Baca Juga:
Persib Dibantai Ratchaburi, Bojan Hodak Soroti Debut Layvin Kurzawa dan Sergio Castel: Mereka Butuh…

Dari awal laga, Persib terlihat kesulitan mengimbangi permainan tuan rumah. Gol cepat Ratchaburi bikin ritme permainan Maung Bandung goyah dan pengaruhi mental tim di fase penting ini.

Tapi, sorotan suporter bukan cuma pada gol pertama. Banyak yang nilai komposisi lini tengah Persib tidak seimbang, terutama karena tidak ada gelandang bertahan murni (DMF) yang bisa lindungi pertahanan.

Baca Juga:
Ricuh di Thailand! Bobotoh dan Suporter Ratchaburi Nyaris Bentrok usai Persib Dibantai 0-3

“Saat Dewa diganti keliatan masalahnya bukan di Dewa tapi cover dari Dewa nya yang gak ada, murni tadi gak ada DMF,” tulis seorang warganet di X.

Komentar serupa juga muncul dari suporter lain yang nilai masalahnya ada di sistem permainan, bukan pemainnya. “Dewa itu tidak salah, karena mengikuti arahan pelatih, yang lebih parah lagi pelatih kenapa Dewa itu selalu dipermainkan,” tulis pengguna X lainnya.

Tidak adanya jangkar di tengah bikin transisi bertahan Persib lambat. Ratchaburi jadi leluasa kuasai bola dan lancarkan serangan balik cepat.

MEMBACA  Karnaval Budaya dalam Rangka HUT ke-80 RI Disambut Meriah oleh Masyarakat yang Memadati Bundaran HI

Dua gol tambahan Ratchaburi disebut datang dari pola yang sama: kalah duel di tengah, jarak antar lini yang renggang, dan koordinasi bertahan yang terlambat.

Selain sektor tengah, keputusan susunan pemain awal Bojan Hodak juga dikritik. Beberapa Bobotoh pertanyakan pilihannya yang dianggap tidak menurunkan komposisi terbaik dari menit awal.

“Pusing sama taktik Bojan, Barros dipertahanin terus, Berg diganti, Kurzawa bukannya starting malah Dewangga,” kata warganet lain.

“Blunder parah menurut gue, Bojan terlalu menyelepekan musuh, Kurzawa padahal bisa dipasang di awal,” sambung yang lain.

Masalah lain yang disorot adalah tumpulnya lini depan Persib. Meski sempat punya peluang, penyelesaian akhirnya tidak maksimal. Absennya beberapa striker inti disebut pengaruhi sekali daya serang tim.

Halaman Selanjutnya
“Sorry untuk kali ini Bojan emang harus dikritik… pemain penting di lini depan kaya DDS, Ciro, Tyronne sangat terasa absennya,” kata seorang warga X.

Tinggalkan komentar