Singapura (ANTARA) – Presiden dan CEO Asia Pacific Foundation of Kanada, Jeff Nankivell, menyerukan kemitraan baru Kanada-Asia dalam sebuah konferensi di Singapura. Ia menyebut perlunya kolaborasi di tengah kondisi global yang semakin tidak pasti.
“Kita tau apa yang harus dilakukan dan fakta kalian hadir di ruangan ini berarti kalian sudah melakukannya,” kata Nankivell dalam pidatonya di Konferensi Kanada di Asia (CIAC) 2026 pada Selasa.
Dia mencatat bahwa dunia sedang memasuki “wilayah tak terpetakan,” yang menuntut negara-negara untuk bertindak kolektif.
Nankivell menyoroti bahwa pada awal Februari, Kanada menjadi negara pertama yang diancam dengan tarif luas oleh administrasi baru Donald Trump.
Dia mengutip peringatan Perdana Menteri Kanada Mark Carney: “Jika kamu tidak berada di meja, kamu mungkin ada di menu.”
Nankivell menggambarkan forum CIAC2026 sebagai “meja bersama” untuk membangun kemitraan baru menghadapi masa depan yang tidak pasti.
APF Kanada menjadi tuan rumah Konferensi Tahunan keempat Kanada-di-Asia di Singapura pada 10-11 Februari 2026.
Forum ini menghimpun lebih dari 500 peserta termasuk pemimpin bisnis senior, investor, pembuat kebijakan, peneliti, dan inovator, untuk bertukar perspektif, pengetahuan, dan ide. Tujuannya adalah memfasilitasi kemitraan kolaboratif serta meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral di lanskap global yang berubah cepat.
CIAC2026 fokus pada tiga prioritas bersama – keamanan pangan, keamanan energi, dan infrastruktur – serta mengeksplorasi tema lintas sektor seperti geopolitik, investasi, dan teknologi. Tantangan global dan peluang yang muncul akan dilihat melalui lensa kolaborasi Kanada–Asia.
Berita terkait: Indonesia berharap negosiasi FTA ASEAN-Kanada selesai pada 2026
Berita terkait: Indonesia, UAE, dan Kanada luncurkan kemitraan pendidikan lima tahun
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026