Jakarta (ANTARA) – Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengumumkan rencana pengeboran 100 sumur eksplorasi dan 100 sumur multi-stage fracturing pada tahun 2026 melalui program ambisius "Triple 100".
“Kami menetapkan target ambisius untuk 2026: 100 sumur eksplorasi dan 100 sumur multi-stage fracturing,” ucap Kepala SKK Migas Djoko Siswanto di Jakarta, Rabu.
Untuk mendukung inisiatif ini, SKK Migas telah menandatangani nota kesepahaman dengan Schlumberger Geophysics Nusantara, yang membentuk kerangka kolaborasi strategis.
Kemitraan ini akan menyediakan unit untuk operasi multi-stage fracturing dan mempercepat produksi melalui penerapan teknologi, pertukaran pengetahuan, serta adopsi praktik terbaik global di seluruh wilayah Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Hingga Februari, SKK Migas telah menambahkan 13 sumur eksplorasi dan enam sumur multi-stage fracturing dari program kerja dan anggaran yang disetujui.
Djoko menyatakan bahwa regulator masih harus memastikan 48 sumur eksplorasi dan 77 sumur fracturing sebelum Desember untuk memenuhi target tahunan.
Kolaborasi dengan Schlumberger dirancang untuk memperkuat integrasi hulu—mulai dari analisis bawah permukaan, desain sumur, hingga produksi—guna meningkatkan produktivitas reservoir dan efisiensi operasional.
Djoko menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk meningkatkan produksi minyak dan gas nasional melalui solusi teknologi yang terarah.
SKK Migas berharap program ini menciptakan nilai tambah bagi para operator dan berkontribusi pada tujuan ketahanan energi jangka panjang Indonesia.
Penerjemah: Suharsana ASJC, Rahmad Nasution
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026