loading…
Mimpi untuk mendirikan negara Palestina semakin terancam. Foto/X/@GulfTimes_QATAR
GAZA – Kabinet keamanan Israel menyetujui serangkaian langkah yang secara signifikan memperluas kendali Israel atas Tepi Barat yang diduduki.
Meskipun teks lengkapnya masih dirahasiakan, para menteri senior telah secara terbuka menjelaskan perubahannya, yang tidak memerlukan persetujuan lebih lanjut dari legislatif dan diperkirakan akan segera berlaku.
Menurut Gulf News, para pejabat Israel, seperti Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, Menteri Pertahanan Israel Katz, dan Menteri Energi Eli Cohen, menyebut langkah-langkah ini sebagai upaya untuk menetapkan “kedaulatan de facto” di wilayah tersebut.
5 Hal yang Membuat Mimpi Berdirinya Negara Palestina Semakin Terancam
1. Warga Yahudi Bisa Membeli Tanah di Tepi Barat
Perubahan yang paling luas adalah pencabutan pembatasan lama terhadap pembelian tanah oleh warga Israel Yahudi di Tepi Barat.
Sampai sekarang, para pemukim biasanya bergantung pada perantara dan membutuhkan izin negara untuk membeli tanah. Berdasarkan peraturan baru:
* Individu dan perusahaan Israel dapat membeli tanah secara langsung.
* Izin khusus tidak diperlukan lagi.
* Catatan pendaftaran tanah yang dirahasiakan akan dibuka, mempermudah pembelian properti.
2. Israel Akan Membeli Tanah-tanah di Tepi Barat
Pemerintah juga menghidupkan kembali komite negara yang diberi wewenang untuk melakukan pembelian tanah secara “proaktif”, yang secara efektif menyimpan tanah untuk perluasan pemukiman di masa depan.