Meraih medali Olimpiade perorangan pertama tentu sebuah momen yang layak dirayakan. Ini merupakan prestasi luar biasa yang melampaui angan-angan kebanyakan orang. Namun, ini bukanlah kesempatan untuk mengaku telah berselingkuh dan berusaha memenangkan hati mantan kekasih di hadapan seluruh dunia.
Pada hari Selasa, Sturla Holm Lægreid memenangkan medali Olimpiade perorangan pertamanya dalam nomor biatlon 20 kilometer di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina.
Tak lama setelah kemenangannya, Lægreid memberikan wawancara kepada penyiar Norwegia NRK. Ia mengungkapkan bahwa ia telah tidak setia kepada mantan kekasihnya dan telah mengatakannya seminggu sebelumnya. Pengakuan ini menyebar luas di media sosial, dan sekilas melihat komentar-komentar yang ada, internet hampir secara bulat tidak memihak padanya.
LIHAT JUGA:
Cheating has become the ultimate crime online
“Enam bulan lalu aku bertemu cinta sejati hidupku — orang tercantik dan paling baik di dunia. Tiga bulan lalu aku melakukan kesalahan terbesarku dan berselingkuh,” kata Lægreid, dengan suara terisak di tengah pengakuannya.
“Aku memiliki medali emas dalam hidup, dan aku yakin banyak orang akan melihat ini berbeda, tetapi mataku hanya tertuju padanya,” lanjutnya. “Olahraga menjadi prioritas kedua dalam beberapa hari terakhir ini. Ya, aku berharap bisa berbagi momen ini dengannya.”
Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa membagikan informasi pribadi ini kepada dunia? Lægreid kemudian menjabarkan alasannya dalam wawancara dengan surat kabar Norwegia VG.
“Satu-satunya caraku untuk menyelesaikan ini adalah dengan menceritakan segalanya dan menaruh semua kartu di atas meja, dan berharap dia masih bisa mencintaiku,” ujarnya.
“Aku telah melakukannya untuknya, dan kini untuk seluruh dunia. Aku tidak ada lagi yang bisa kuhilangakan,” tambahnya. “Aku ingin menjadi panutan yang baik, tapi aku juga harus mengakui ketika aku berbuat salah.”
Namun, Lægreid tidak berhenti berbicara. Dalam wawancara lainnya, ia menyatakan belum menerima respons dari mantan kekasihnya. “Aku belum mendapat reaksi apa pun dari gadis yang kusebutkan itu,” katanya dalam konferensi pers Olimpiade. “Aku lega karena mungkin dia belum melihatnya, mungkin dia akan melihatnya di waktu yang tepat. Kuharap aku tidak memperburuk keadaan baginya.”
“Kuharap akhirnya ada akhir yang bahagia,” ucapnya.
Pertama, hampir pasti dia sudah melihatnya. Kedua, ada risiko besar bahwa go public dengan cara ini justru akan memperburuk situasi baginya. Ketiga, mengungkapkan harapan akan “akhir bahagia” kini memberikan tekanan tambahan pada mantannya. Dan para komentator pun berkomentar.
“Ini adalah manipulasi emosional yang dibungkus sebagai gestur megah,” bunyi satu komentar di Instagram Reel BBC Sport tentang wawancara lanjutan Lægreid. “Akhir bahagianya adalah: dia tidak akan memaafkannya!” seru komentar lain di unggahan yang sama, yang mendapat lebih dari 15 ribu suka. “Jika guilt-tripping adalah cabang Olimpiade, dia akan menang emas,” tulis komentator lainnya.
Para pengguna TikTok mulai memposting. Podcaster juga ikut angkat bicara.
Masalah dari deklarasi penyesalan di televisi adalah hal itu mengekspos pihak yang tersakiti ke pengadilan opini publik, sebuah pengadilan yang sudah menjatuhkan vonis. Dan ya, situasi ini tidak terlihat baik bagi Lægreid.
Dengan membuka kisah ini kepada pers dan media sosial, Lægreid telah mengundang perhatian lebih terhadap situasi yang sudah menyakitkan. VG, sebagai salah satu outlet pers, melaporkan bahwa mereka “telah menghubungi mantan kekasih Holm Lægreid. Ia ingin tetap anonim dalam masalah ini, sebuah permintaan yang diterima VG karena ia tidak mencari publisitas atas masalah pribadi.” VG kemudian melaporkan bahwa mantan kekasih Lægreid memberikan pernyataan tertulis: “Sulit untuk memaafkan. Bahkan setelah deklarasi cinta di hadapan seluruh dunia. Aku tidak memilih untuk ditempatkan dalam posisi ini, dan sakit sekali harus berada di dalamnya,” tulisnya. “Kami telah berkomunikasi dan dia tahu pendapatku tentang ini.” Ketika ditanya VG, Lægreid menolak berkomentar atas responsnya.
Mungkin Lægreid mengira ini akan dianggap sebagai gestur romantis untuk merangkak minta maaf dengan mengorbankan reputasinya sendiri. Bisa saja ia telah mencoba semua opsi komunikasi pribadi lainnya untuk menyampaikan penyesalannya. Saya pernah mendengar cerita pria yang diblokir di semua saluran komunikasi, sehingga mereka mencoba menghubungi mantan lewat Vinted atau lewat transfer sejumlah kecil uang (hanya beberapa sen) dengan keterangan “maaf”. Tindakan putus asa ini hampir selalu tidak diinginkan. Dan dalam banyak kasus, tindakan ini intrusif dan manipulatif.
Kesedihan pribadi ini kini telah berubah menjadi santapan publik internet. Namun, bagaimana dengan wanita yang mungkin sedang duduk di rumah merawat hati yang hancur, yang kini harus menghadapi tekanan tambahan untuk bereaksi, merespons, atau bahkan mengakui permintaan maafnya?
Jika wanita ini menerimanya kembali, ia juga akan menghadapi penilaian dari sebagian besar internet yang saat ini mendesaknya untuk tidak memberikan kesempatan lagi. Sebaliknya, ia juga bisa dihakimi jika memilih tidak merespons lebih lanjut. Serba salah. Disengaja atau tidak, Lægreid mungkin telah menambah rasa sakit wanita ini dan menempatkannya pada posisi publik yang sulit.
Baru seminggu sejak ia mengetahui pengkhianatannya, dan wanita ini mungkin masih mencerna perasaan hatinya yang terluka. Bahkan jika ia mau menerimanya kembali — dengan penekanan kuat pada ‘jika’ — mungkin butuh waktu yang jauh lebih dari seminggu baginya untuk sampai pada titik bahkan mempertimbangkannya.
Izinkan catatan ini menyatakan: sangat boleh — dan berani kukatakan disarankan — untuk mengabaikan gestur ini. Kita semua membuat kesalahan dalam hidup dan beberapa di antaranya menimbulkan luka emosional yang nyata pada orang lain. Namun, ini adalah percakapan sensitif yang seharusnya terjadi secara privat, di balik pintu tertutup. Anda tidak bisa memaksa seseorang untuk memaafkan Anda. Lebih baik kirimi dia email. Dan jika dia tidak membalas, Anda perlu menghormati keheningan itu.
Lægreid kemudian merilis pernyataan yang menyatakan penyesalan atas pengakuannya:
“Aku sungguh menyesal telah membahas kisah pribadi ini di hari yang seharusnya meriah bagi biatlon Norwegia. Aku tidak sepenuhnya diri sendiri hari ini, dan pikiranku tidak jernih,” tulisnya dalam pernyataan yang diterbitkan VG.
“Permintaan maafku untuk Johan-Olav, yang layak mendapat semua perhatian setelah medali emasnya. Juga untuk mantan kekasihku, yang tanpa sengaja terkena sorot media, kuharap dia baik-baik saja. Aku tidak bisa mengubah ini, tetapi sekarang aku akan melupakannya dan fokus pada Olimpiade. Aku tidak akan menjawab pertanyaan lebih lanjut tentang hal ini.”
Kuharap wanita ini telah mematikan teleponnya dan pergi ke spa bersama beberapa teman yang mendukung. Sudah waktunya untuk log off.