**JIEXPO KEMAYORAN** – Meski mobil listrik murni sedang populer di Indonesia, BYD malah membuka lembaran baru: menyiapkan kendaraan _plug-in hybrid electric vehicle_ (PHEV) buat pasar di sini.
Langkah ini nunjukkin bahwa elektrifikasi enggak selalu hitam-putih, tapi lebih ke spektrum teknologi yang menyesuaikan kebutuhan dan kesiapan pasar.
Lewat pernyataan resmi di ajang Indonesia International Motor Show 2026, BYD nenegaskan rencananya untuk membawa teknologi Dual Mode (DM)—sebutan BYD untuk PHEV—ke Indonesia.
Model yang udah dipastikan siap adalah Denza B5, sebuah SUV offroad premium dengan sistem penggerak hybrid yang dirancang buat nembus keterbatasan kendaraan listrik baterai.
### Mengapa Hybrid Mulai Relevan
Dominasi BYD di pasar EV Indonesia emang udah jelas. Sepanjang 2025, BYD berhasil jual 54.100 unit mobil listrik, menguasai sekitar 52% pangsa pasar EV nasional.
Tapi angka sebesar itu juga buka satu fakta: adopsi EV masih terpusat di segmen tertentu—buat perkotaan, jarak tempuh terbatas, dan penggunaan sehari-hari.
PHEV hadir sebagai jembatan. Mobilnya bisa dipakai kayak EV buat perjalanan dekat, tapi tetap punya mesin bensin sebagai cadangan kalau mau jalan jauh, termasuk ke daerah yang infrastruktur isi dayanya masih terbatas.
Luther Panjaitan, Head of Marketing PR & Government Relation BYD Motor Indonesia, bilang strategi ini bagian dari edukasi teknologi. “Kita berharap teknologi ini bisa diserap sama masyarakat. Kita mau kenalin bahwa kendaraan listrik bisa nembus batas-batas tertentu, baik dari sisi kecepatan maupun fitur-fiturnya,” jelasnya.
### Denza B5: Hybrid untuk Offroad Premium
Denza B5 jadi model pertama yang disiapin untuk Indonesia. SUV ini pake sistem Dual Mode Offroad (DM-O), yang gabungin motor listrik dengan mesin bensin buat dukung kebutuhan offroad yang berat. Karakter ini bikin Denza B5 beda dari EV murni yang masih punya keterbatasan di jarak tempur ekstrem dan medan yang sulit.