Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia menyerukan instalasi seni publik yang lebih inklusif untuk mendorong ekosistem kreatif dan partisipasi publik di negara ini. Hal ini disampaikan menyusul rencana aktivasi berbasis film untuk perayaan Tahun Baru Imlek.
“Tradisi dan kreativitas modern harus menawarkan pengalaman bersama yang menggerakan ekosistem kreatif dan mendorong partisipasi masyarakat,” kata Wakil Menteri Irene Umar dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu.
Dia menyebutkan, salah satu aktivasi unggulan dalam perayaan “Tahun Baru Imlek Nusantara” di Lapangan Banteng adalah instalasi film “Na Willa” karya Visinema, yang menggambarkan kehidupan keluarga Tionghoa-Indonesia.
Instalasi ini akan dipasang di lapangan publik tempat perayaan Imlek berlangsung, dan akan menyertakan pojok anak khusus yang bertujuan melibatkan pengunjung muda.
Umar mengatakan film dan karya kreatif lain dapat menjadi alat yang kuat untuk mempromosikan literasi sekaligus menyediakan ruang belajar inklusif untuk anak-anak dan keluarga di ruang publik.
“Na Willa” mengisahkan seorang gadis berusia enam tahun dengan impian besar di Surabaya era 1960-an. Film ini menelusuri petualangannya bersama teman-teman di Gang Krembangan saat mereka menjalani masa kanak-kanak dan kehidupan sehari-hari.
Berita terkait: Indonesia luncurkan Festival Film Desa untuk dorong ekonomi kreatif
Melalui perspektif polos dan penuh rasa ingin tahu sang anak, penonton dikenalkan pada dinamika rumah tangga multikultural, dengan ayah berketurunan Tionghoa dan ibu berasal dari Nusa Tenggara Timur.
Umar menyatakan perspektif ini membantu memperkuat literasi dan memperluas ruang kreatif, sambil membuka peluang kolaborasi yang lebih besar di sektor kreatif dan mendorong pemanfaatan ruang publik untuk edukasi.
Aktivasi ini diharapkan dapat merayakan identitas anak melalui konten digital dan fisik kolaboratif, menjelang liburan Nasional Tahun Baru Imlek dan Idul Fitri 2026.
Kementerian sebelumnya mendukung film “Jumbo” tahun lalu sebagai bagian upaya memperkuat ekosistem film nasional Indonesia dan memperluas peluang bagi pelaku industri kreatif, tambahnya.
Berita terkait: Kementerian dukung potensi ekonomi kreatif lewat film desa
*Penerjemah: Fitra, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026*