Rabu, 11 Februari 2026 – 09:17 WIB
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan Amerika Serikat tidak layak memimpin inisiatif perdamaian di Gaza melalui Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Menurutnya, hal ini dikarenakan AS selama ini selalu berpihak kepada Israel.
Baca Juga:
Media Israel Sebut RI Akan Jadi Negara Pertama Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza
“Kami menilai upaya tersebut tidak akan berhasil, karena rezim Zionis Israel adalah pihak yang melakukan pendudukan. Rezim itu didukung secara terbuka oleh Amerika Serikat,” ujarnya kepada wartawan dalam acara Resepsi Hari Nasional Republik Islam Iran di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Diplomat Iran itu menegaskan bahwa setiap usaha perdamaian di Gaza atau wilayah pendudukan lainnya harusnya diprakarsai oleh negara-negara netral atau organisasi internasional yang independen.
Baca Juga:
Enam Jet Tempur Siluman F-35 AS Mendekat ke Timur Tengah, Menuju Iran?
“Mereka sudah memilih pihak tertentu. Karena itu, mereka tidak berhak berbicara tentang mediasi atau proses perdamaian atau dewan semacam itu,” katanya merujuk pada AS. “Kami percaya perdamaian di Gaza harus berasal dari pihak-pihak yang netral,” tambahnya.
Baca Juga:
Istana Sebut Board of Peace Bagian dari Komitmen Perjuangan RI untuk Kemerdekaan Rakyat Palestina
Boroujerdi pesimis perdamaian akan tercapai karena Israel dinilainya tidak memiliki komitmen untuk gencatan senjata, perjanjian damai, ataupun solusi dua negara.
Ia menyebutkan, meski ada kesepakatan gencatan senjata dengan Lebanon, Suriah, dan Gaza, serangan tetap terjadi hampir setiap hari. Hal ini menunjukkan Israel tidak berkomitmen pada perjanjian apapun.
“Dengan rekam jejak seperti ini, sulit percaya rezim pendudukan ini akan menerima solusi dua negara atau perdamaian yang berkelanjutan di kawasan,” tegasnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan Board of Peace pada 22 Januari lalu dalam World Economic Forum di Davos, Swiss. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, telah menyatakan bergabung.
Gedung Putih berencana menggelar konferensi tingkat tinggi pemimpin Board of Peace pada 19 Februari 2026 untuk mendorong fase kedua gencatan senjata di Gaza dan menghimpun dana rekonstruksi untuk wilayah Palestina yang hancur. (ant)