Pejabat Korea Selatan Dipecat Usai Sarankan Impor ‘Perawan’

loading…

Kepala daerah Jindo, Kim Hee-soo. Foto/x

SEOUL – Partai Demokratik (DPK) yang berkuasa di Korea Selatan akhirnya memecat kepala daerah Jindo, Kim Hee-soo, dari posisinya. Hal ini terjadi setelah pejabat tersebut menyarankan untuk “mengimpor perempuan perawan” dari luar negeri guna mengatasi masalah kependudukan. Pernyataannya ini telah menimbulkan kehebohan nasional.

Partai menggelar rapat luar biasa Dewan Tertinggi pada Senin untuk membahas dampak dari pernyataan kontroversial Kim minggu lalu. Ucapannya dinilai sangat tidak pantas dan merendahkan martabat perempuan.

“Keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggapan atas kontroversi publik yang timbul akibat pernyataan merendahkan beliau terhadap perempuan asing,” jelas juru bicara utama DPK, Park Soo-hyun, usai rapat.

Kepala daerah pulau selatan itu memberikan komentar kontroversialnya pada Rabu lalu, dalam sebuah pertemuan mengenai integrasi administratif antara Provinsi Jeolla Selatan dan kota metropolitan Gwangju.

“Kalau Gwangju dan Jeolla Selatan bersatu, perlu dibuat undang-undang khusus untuk menangani masalah kepunahan penduduk. Jika itu tidak berhasil, mungkin kita harus impor gadis-gadis perawan muda dari negara seperti Sri Lanka atau Vietnam supaya para lajang di pedesaan bisa menikah,” kata Kim dalam rapat itu, menggunakan istilah yang artinya ‘perawan’ dan ‘wanita muda belum menikah’.

MEMBACA  Mendahulukan Istri: Bentuk Tanggung Jawab dan Kewajiban dalam Islam

Tinggalkan komentar