Prabowo Gandeng Asosiasi Pengusaha untuk Percepat Pertumbuhan Lapangan Kerja

Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto melakukan upaya untuk memperkuat kolaborasi dengan sektor usaha demi penciptaan lapangan kerja melalui pertemuan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9 Februari).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan pertemuan ini menjadi ajang tukar pandang mengenai arah dan prospek sektor usaha nasional ke depannya, serta memperkuat sinergi antara pemerintah dengan pelaku usaha.

"Dalm pertemuan tersebut, Presiden Prabowo mengajak para pengusaha untuk berkolaborasi menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor strategis, mulai dari tekstil, garmen, dan alas kaki hingga furnitur serta industri makanan dan minuman," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Teddy menginformasikan bahwa kepala negara mengundang para pengusahaa untuk berperan aktif mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dengan menciptakan pekerjaan di beragam sektor strategis.

Menurutnya, para pengusaha yang tergabung dalam APINDO menyatakan komitmen dan dukungan mereka terhadap visi besar Presiden Prabowo.

Dukungan ini secara khusus ditujukan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui pengembangan sumber daya manusia dan industrialisasi berkelanjutan, tambahnya.

"Mereka menyampaikan dukungan penuh terhadap visi presiden, terutama dalam pengentasan kemiskinan, pemberian gizi dan pendidikan terbaik bagi anak Indonesia, serta penguatan industrialisasi yang akan berdampak luas bagi bangsa dan negara," kata Teddy.

Pernyataan itu juga mengabarkan bahwa audiensi tersebut menegaskan komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku usaha untuk menghadirkan pembangunan ekonomi yang tidak hanya tumbuh tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Apindo Shinta Kamdani menyampaikan bahwa tantangan ketenagakerjaan Indonesia saat ini tidak hanya terkait pengangguran, tetapi juga tingginya jumlah pekerja informal dan rentan, yang memerlukan solusi kebijakan jangka menengah dan panjang.

MEMBACA  Tertangkap Pria di OI karena Mencuri Puluhan Bibit Sawit

"Pada 2025, kita memiliki sekitar 7,5 juta pengangguran, tetapi yang lebih mengkhawatirkan adalah 19 juta pekerja tak dibayar dan 31 juta pekerja mandiri yang hidup dalam kondisi rentan," kata Kamdani dalam sesi diskusi di Indonesia Economic Summit 2026 pada 4 Februari.

Dia mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya mampu menciptakan lapangan kerja formal yang memadai, sehingga mendorong tingginya angka pekerja informal dan rentan, khususnya di sektor manufaktur yang sebelumnya menjadi tulang punggung penciptaan kerja layak.

Berita terkait: Prabowo minta Apindo buka lapangan kerja di berbagai industri

Berita terkait: Prabowo prioritaskan industrialisasi dan perumahan untuk ciptakan kerja

Berita terkait: Indonesia targetkan persiapan hilirisasi kelapa akhir 2026: menteri

Penerjemah: Andi Firdaus, Resinta Sulistiyandari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar