Pemetaan Kawasan Rawan Kebakaran Indonesia untuk Pengendalian Karhutla

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kehutanan Indonesia telah memetakan wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan untuk mitigasi, dengan fokus utama di Sumatra dan Kalimantan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan kementerian, Thomas Nifinluri, menegaskan di Jakarta pada Senin bahwa pemetaan daerah berisiko tinggi dilakukan secara rutin. Prosesnya melibatkan analisis hotspot historis, kondisi tutupan lahan, jenis lahan, prediksi iklim, dan indeks kekeringan.

“Wilayah prioritas untuk mitigasi dan kesiapsiagaan umumnya berlokasi di provinsi dengan lahan gambut luas dan sejarah kebakaran sering, khususnya di Sumatra dan Kalimantan,” jelasnya.

Beberapa daerah yang mendapat perhatian khusus pemerintah mencakup Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua—khusunya Papua Selatan.

Dia menegaskan pemerintah melakukan berbagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Ini mencakup koordinasi lintas sektor oleh Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemerintah daerah, TNI, Polri, serta pemegang konsesi.

Upaya lain termasuk peningkatan patroli di area rawan dan peningkatan kesiapan pusat operasi Manggala Agni, mencakup personel, peralatan, dan logistik.

Sepanjang Januari 2026, total 225 operasi pemadaman dilaksanakan, berhasil mengendalikan api di area total sekitar 600 hektar.

Selanjutnya, Kementerian Kehutanan terus memperkuat Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai garda terdepan pencegahan kebakaran di tingkat akar rumput. Ini termasuk pemberian pelatihan dan infrastruktur, serta penyebarluasan informasi metode pembukaan lahan tanpa bakar.

Menurut data sistem SiPongi kementerian, total area terdampak kebakaran hutan dan lahan pada 2025 adalah 359.619,42 hektar, menunjukan penurunan stabil dari 376.805,05 hektar di 2024 dan 1.161.192,90 hektar di 2023.

Berita terkait: Kebakaran hutan terjadi di tiga provinsi meski musim hujan: BNPB

MEMBACA  Jaksa Agung Lakukan Perombakan di Korps Adhyaksa, 19 Kajari Diganti Serentak

Berita terkait: BNPB Indonesia merespons cepat kejadian multi-bencana dua hari

Penerjemah: Prisca Triferna, Raka Adji
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar