Prabowo Minta Apindo Ciptakan Lapangan Kerja di Berbagai Sektor

Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menerima perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9 Februari). Beliau mendorong mereka untuk menciptakan peluang kerja baru diberbagai sektor.

Pertemuan yang disiarkan oleh Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia melalui akun media sosial resmi kepresidenan dini hari Selasa itu, berfokus pada arah dan prospek masa depan sektor bisnis Indonesia.

Menurut sumber resmi, Presiden Prabowo mendorong para pemimpin bisnis untuk bersama-sama menciptakan lapangan kerja di industri mulai dari tekstil, garmen, alas kaki, dan furnitur hingga produksi makanan dan minuman.

Dalam audiensi tersebut, para pengusaha menyatakan dukungan penuh terhadap visi Presiden Prabowo, termasuk program pemerintah yang bertujuan untuk memberantas kemiskinan, menyediakan gizi yang cukup bagi anak-anak, dan memastikan pendidikan berkualitas bagi generasi mendatang.

Perwakilan bisnis juga mendukung kebijakan dan inisiatif Presiden untuk memperkuat industrialisasi Indonesia, dengan menekankan manfaat besar yang dapat dibawa oleh langkah-langkah tersebut bagi bangsa.

Beberapa pejabat juga mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut, termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.

Apindo diwakili oleh beberapa anggota dan eksekutif, diantaranya Ketua Umum Shinta Widjaja Kamdani dan Ketua Dewan Penasihat Sofjan Wanadi, pendiri dan pemilik Grup Santini.

Sebelumnya, Apindo menyatakan menekankan pentingnya kebijakan yang pro-stabilitas untuk menciptakan kepastian berusaha, pro-pertumbuhan untuk membuka peluang dan mendorong ekspansi bisnis, serta pro-masyarakat miskin untuk memastikan manfaat pertumbuhan dirasakan secara inklusif di semua lapisan masyarakat.

Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada November 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total angkatan kerja Indonesia sebanyak 155,27 juta orang. Dari jumlah tersebut, 147,91 juta orang bekerja, sementara 7,35 juta orang masih menganggur.

MEMBACA  Karyawan mogok kerja karena PHK di pabrik Henkell Freixenet di Spanyol

Jumlah pengangguran menurun sekitar 109 ribu dibandingkan Agustus 2025, seiring dengan peningkatan 1,37 juta dalam jumlah orang yang bekerja pada periode yang sama.

Berita terkait: Prabowo prioritizes industrialization, housing to create jobs

Berita terkait: A middle path to expanding job opportunities for the middle class

Berita terkait: Indonesia to transform vocational centers to meet industry needs

Penerjemah: Genta, Kenzu
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar