Perusahaan Eddie Bauer yg punya lebih dari 180 toko di Amerika Serikat dan Kanada sudah mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11. Mereka nyalahin penjualan yg turun dan banyak masalah lain di industri.
Ini udah kali ketiga dalam lebih dari 20 tahun merek ini bangkrut. Eddie Bauer mulai dari toko pancing di Seattle, lalu pernah bantu orang Amerika pertama yg naik Gunung Everest, dan bikin ribuan jaket serta kantong tidur untuk militer saat Perang Dunia II.
Eddie Bauer LLC bilang mereka udah buat perjanjian restrukturisasi dengan pemberi pinjaman. Mereka ajukan berkas di Pengadilan Kebangkrutan di New Jersey.
Kebanyakan toko Eddie Bauer di AS dan Kanada bakal tetap buka, meski beberapa lokasi akan ditutup. Mereka akan lakukan proses penjualan yg diawasi pengadilan. Kalau ga ada yg beli, operasi di AS dan Kanada bakal dihentikan.
“Keputusan ini ga mudah,” kata Marc Rosen, CEO Catalyst Brands, yg punya izin operasi toko Eddie Bauer. Tapi, restrukturisasi ini cara terbaik untuk nilai terbaik bagi pemangku kepentingan dan pastikan Catalyst Brands tetap untung dan punya uang tunai yg kuat.
Toko Eddie Bauer di luar AS dan Kanada dioperasikan oleh pemegang lisensi lain, ga termasuk dalam berkas Chapter 11, dan akan tetap buka.
Authentic Brands Group masih punya hak kekayaan intelektual merek Eddie Bauer dan bisa kasih lisensi ke operator lain. Operasi merek lain di portofolio Catalyst Brands ga kena dampak ini dan akan lanjut seperti biasa.
Operasi e-commerce dan grosir Eddie Bauer juga ga kena dampak, karena dijalankan perusahaan bernama Outdoor 5, LLC. Transisi itu dilakukan bulan Januari dan efektif sejak 2 Februari.
Eddie Bauer jadi tambahan daftar panjang pengecer AS tahun ini yg tutup toko, karena perusahaan reorganisasi di bawah perlindungan bangkrut atau fokus ke bisnis paling menguntungkan.
Perusahaan induk Saks Fifth Avenue bulan lalu juga cari perlindungan bangkrutan, karena saingan ketat dan utang besar waktu beli saingannya, Neiman Marcus, setahun yg lalu. Beberapa hari kemudian, mereka tutup kebanyakan toko Saks Off 5th.
Amazon awal bulan ini juga bilang mau tutup hampir semua lokasi Amazon Go dan Amazon Fresh dalam beberapa hari, karena mereka fokus ke layanan pengiriman makanan dan toko Whole Foods Market.
Pendiri Eddie Bauer, seorang pencinta alam, mulai perusahaan di Seattle tahun 1920 dgn nama Bauer’s Sports Shop. Tahun 1945, setelah bikin lebih dari 50.000 jaket untuk militer, mereka luncurkan katalog pesanan-pos.
“Bauer’s Sports Shop bukan cuma tempat beli pakaian dan perlengkapan, tapi juga pusat komunitas tempat orang berkumpul, berbagi ilmu, dan cerita pengalaman di alam bebas,” tulis situs webnya.
Perusahaan bikin jaket insulated berisi bulu angsa Amerika, disebut “Skyliner”, tahun 1936. Itu jadi jaket pertama mereka yg dipatenkan. Mereka juga lengkapi orang Amerika pertama yg daki Gunung Everest — James W. Whittaker — dgn parka Eddie Bauer tahun 1963.
Setelah Bauer pensiun tahun 1968 dan jual bisnis ke partnernya, merek ini lebih ke pakaian kasual. Dibeli General Mills Inc. tahun 1971, lalu Spiegel Inc. tahun 1988. Setelah Spiegel bangkrut tahun 2003, sisa perusahaannya diatur ulang tahun 2005 jadi Eddie Bauer Holdings Inc.
Juni 2009, Eddie Bauer bangkrut lagi dan dibeli Golden State Capital bulan berikutnya. Tahun 2021, dibeli Authentic Brands dan SPARC Group LLC.
Setahun yg lalu, Catalyst terbentuk dari gabungan SPARC dan JCPenney, yg dibeli Simon Property Group dan Brookfield dari keadaan bangkrut.
Rosen bilang, bahkan sebelum Catalyst Brands dibentuk tahun lalu, Eddie Bauer udah dalam situasi sulit.
“Sejak setahun lalu, masalah ini makin parah karena berbagai hal, termasuk naiknya biaya usaha karena inflasi, ketidakpastian tarif, dan faktor lain,” katanya.
Dia bilang, meski tim Catalyst bisa buat perbaikan dalam pengembangan produk dan pemasaran, perubahan itu ga bisa dilakukan cukup cepat untuk atasi masalah yg terkumpul selama beberapa tahun.
Menurut CoStar Group, perusahaan data real estate, Eddie Bauer punya hampir 600 toko di puncaknya tahun 2001.
Dalam catatan awal bulan ini, Neil Saunders dari GlobalData Retail tulis bahwa meski nama Eddie Bauer “terkenal”, merek ini ga bisa ikuti saingan seperti Fjallraven dari Swedia dan Arc’teryx dari Kanada. Dia juga sebut masalah kualitas yg menurun, yg sangat bermasalah untuk merek outdoor yg diukur dari performa produknya.
“Dan bagi banyak pembeli muda, merek ini dianggap agak ketinggalan zaman dan ga relevan,” tulisnya.