Indonesia dan Jepang Perkuat Kerja Sama Riset Melalui Kemitraan BRIN

Jakarta (ANTARA) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia telah bermitra dengan Japan Society for the Promotion of Science (JSPS) dan jaringan riset internasional untuk memperkuat ekosistem riset negara melalui kolaborasi global yang diperluas.

Berbicara di Rapat Majelis Umum dan Simposium Internasional ke-9 Asosiasi Alumni Indonesia (JAAI) di Jakarta pada Senin, Kepala BRIN Arif Satria menekankan pentingnya kemitraan internasional dalam memajukan sains dan inovasi.

“Indonesia harus terus menjaga hubungan internasional yang kuat dan kemitraan erat, terutama melalui riset dan inovasi,” ujarnya.

Selain dengan JSPS, BRIN juga bekerja sama dengan JAAI dan Perhimpunan Peneliti Indonesia (PPI) untuk memperluas jaringan ilmiah yang menghubungkan akademisi Indonesia, Jepang, dan global.

Arif mengatakan kerja sama ilmiah bergantung pada kepercayaan dan kolaborasi jangka panjang di laboratorium dan lapangan, dengan jaringan riset menyediakan platform untuk membentuk kemitraan baru.

Dia menekankan kebutuhan untuk memperkuat inovasi dan daya saing dengan mengubah ide riset menjadi produk praktis serta menjembatani kesenjangan antara riset dan industri.

“Daya saing nasional mencerminkan kontribusi riset dan inovasi kepada ekonomi, yang didukung oleh lembaga R&D yang kuat dan sumber daya manusia berkualitas tinggi,” katanya.

Simposium yang diselenggarakan pada 9–10 Februari di Kompleks Sains Sarwono Prawiroharjo BRIN Jakarta ini menampilkan sesi kunci, lokakarya, presentasi, dan kuliah penghargaan.

Aktivitas termasuk lokakarya tentang perhitungan jejak karbon dan penilaian siklus hidup, serta diskusi mengenai proyek SATREPS Biocircular Economy.

Arif menyampaikan harapan agar kemitraan dengan JSPS, JAAI, dan PPI dapat lebih memperkuat kerjasama riset Indonesia-Jepang sekaligus berkontribusi pada kemajuan sains global.

Berita terkait: BRIN Indonesia pimpin pemuliaan pisang liar untuk ketahanan pangan

MEMBACA  Kiamat AI bisa menyapu bersih 8 juta pekerjaan di Inggris, dan wanita serta Generasi Z paling berisiko

Berita terkait: Peneliti BRIN temukan potensi anti-kanker dalam bakteri tanah kunyit

Penerjemah: Sean Filo Muhamad, Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar