Kepemimpinan BRIN dalam Pemuliaan Pisang Liar untuk Ketahanan Pangan

Jakarta (ANTARA) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan pada Senin bahwa mereka memimpin proyek riset bersama tentang pemuliaan pisang liar. Tujuan nya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional maupun global.

Kepala Pusat Riset Rekayasa Genetika BRIN, Ratih Asmana Ningrum, menjelaskan bahwa pisang merupakan salah satu komoditas pangan paling penting di dunia. Pisang menjadi makanan pokok bagi jutaan orang di Indonesia dan di seluruh Afrika.

Namun, produksi pisang menghadapi ancaman serius dari penyakit seperti layu Panama, yang disebabkan oleh jamur *Fusarium oxysporum f. sp. cubense* yang hidup di tanah, serta Virus Pisang Bunchy Top (BBTV), yang menyebar melalui serangga.

“Memuliakan varietas pisang yang tahan hama dan penyakit adalah solusi jangka panjang yang paling berkelanjutan,” ujar Ningrum.

Dia mencatat bahwa patogen *Fusarium* yang terbawa tanah sangat sulit dikendalikan karena dapat bertahan hidup dalam waktu lama. Keanekaragaman pisang liar Indonesia yang kaya, yang diyakini sebagai nenek moyang varietas budidaya, menawarkan sumber daya genetik berharga untuk mengembangkan galur tahan penyakit.

Riset BRIN berfokus pada pengumpulan dan karakterisasi plasma nutfah pisang liar untuk mengidentifikasi sifat ketahanan dan ciri-ciri berguna lainnya.

Sifat-sifat ini akan digunakan untuk mengembangkan genotipe unggul yang tahan terhadap *Fusarium* dan BBTV, yang dapat dijadikan sebagai induk untuk varietas pisang baru.

Genotipe ini akan didistribusikan melalui mitra internasional seperti International Institute of Tropical Agriculture (IITA) untuk digunakan di Afrika, sementara BRIN dan kementerian Indonesia akan mengawasi distribusinya di Asia Tenggara.

Penerjemah: Sean, Kenzu
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Eksklusif: Coinbase dan Mastercard Lakukan Pembicaraan Lanjutan untuk Akuisisi Startup Stablecoin BVNK Senilai $2 Miliar

Tinggalkan komentar