Bayang-bayang Perang Dingin menyelimuti Amerika Latin saat kudeta yang didukung AS menghancurkan demokrasi, memicu kediktatoran brutal, operasi rahasia, serta perlawanan revolusioner.
Episode 1: Kudeta mengkaji bagaimana Amerika Latin pada era 1960-an mengalami serangkaian kudeta militer di bawah bayang-bayang strategi Perang Dingin Amerika Serikat.
Dijelaskan penggulingan Presiden Joao Goulart oleh militer Brasil pada 1964, yang didorong kekhawatiran Amerika terhadap reformasi agraria dan ancaman “Kuba lain”, sehingga memaksa aktivis seperti Jean Marc von der Weid masuk pembuangan.
Di Chili, eksperimen sosialis damai Presiden Salvador Allende menghadapi blokade ekonomi rahasia sebelum kudeta militer Jenderal Augusto Pinochet pada 1973 mendirikan rezim brutalnya.
Hal ini memicu Operasi Condor pada 1975, kampanye terkoordinasi represi politik oleh kediktatoran sayap kanan regional yang membunuh diplomat Chili Orlando Letelier di Washington, DC, pada 1976.
Sementara itu, pemimpin populis Panama, Omar Torrijos, mengobarkan pertempuran diplomatik untuk merebut kembali Terusan Panama dari kendali AS setelah puluhan tahun ketegangan.
Episode ini ditutup dengan Sandinista Nikaragua yang menggulingkan kediktatoran keluarga Somoza melalui perlawanan bersenjata, didorong oleh aliansi regional dan jaringan bantuan rahasia.
Informasi seri:
Dari kudeta dan kediktatoran hingga revolusi dan perang saudara, Amerika Latin telah lama menjadi ajang percobaan bagi dunia yang ditandai kesenjangan dan polarisasi. Seri tiga bagian ini menelusuri sejarah modern kawasan dan hubungannya yang tegang dengan Amerika Serikat, dari Perang Dingin hingga serangan AS ke Venezuela serta penculikan Presiden Nicolas Maduro pada Januari lalu. Melihat Brasil, Chili, Panama, Nikaragua, Venezuela, dan Kolombia, diungkap bagaimana intervensi Washington—terbuka maupun terselubung—telah memicu perubahan pemerintahan, represi, dan konflik internal.
Diterbitkan Pada 9 Feb 2026
Klik untuk bagikan di media sosial