Kepala Komunikasi PM Inggris Starmer Mengundurkan Diri Dampak Skandal Epstein

Tim Allan mengundurkan diri sehari setelah kepala staf Starmer, Morgan McSweeney, berhenti, menambah tekanan pada Perdana Menteri.

Dengarkan artikel ini | 1 menit

Dipublikasikan Pada 9 Feb 2026

Klik untuk membagikan di media sosial

Kepala komunikasi Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Tim Allan, telah mengundurkan diri seiring sang pemimpin Partai Buruh yang berkuasa menghadapi dampak skandal Jeffrey Epstein.

Langkah pada Senin ini terjadi sehari setelah kepala staf Starmer, Morgan McSweeney, juga mengundurkan diri.

Rekomendasi Cerita

“Saya memutuskan untuk mundur guna memberi kesempatan pembentukan tim nomor 10 yang baru,” ujar Tim Allan dalam pernyataan singkat.

Starmer mendapat kritik karena menunjuk Peter Mandelson sebagai duta besar untuk Amerika Serikat meski hubungannya dengan Epstein, terpidana pelaku kejahatan seksual AS yang telah meninggal, telah diketahui publik.

Perdana Menteri menyatakan pada Senin bahwa politik seharusnya menjadi kekuatan untuk kebaikan dan menekankan pentingnya melanjutkan langkah ke depan setelah pengunduran diri tersebut.

“Kita harus membuktikan bahwa politik dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan. Saya percaya hal itu mungkin. Saya yakin memang begitu. Kita melangkah dari sini. Kita maju dengan penuh keyakinan sembari terus mengubah negara,” kata Starmer kepada stafnya di Downing Street.

Mandelson telah diselidiki sejak namanya muncul dalam berkas-berkas penyelidikan Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman AS.

Ia dipecat oleh Starmer pada September akibat persahabatannya dengan Epstein dan pekan lalu juga mengundurkan diri dari Partai Buruh serta House of Lords, majelis tinggi Parlemen Inggris. Kementerian Luar Negeri dan Commonwealth menyatakan sedang meninjau pembayaran pesangon yang diberikan kepadanya setelah pemecatan itu.

MEMBACA  Paus Membatalkan Pertemuan-pertemuannya karena Sedikit Sakit Beberapa Hari Sebelum Perjalanan Baru

Tinggalkan komentar