Analisis tersebut menyatakan, "Jaringan CCTV, sistem pengenalan wajah, aplikasi yang dirancang untuk menangkap atau mencatat pesan pribadi pengguna, serta sistem yang menilai pola gaya hidup dan profil perilaku warga, secara kolektif memberikan aparat keamanan Republik Islam sarana untuk pemantauan populasi yang luas dan presisi."
Dengan kata lain, Mahdi Saremifar dari Holistic Resilience menyimpulkan dengan sederhana, "Mereka menginginkan sistem terpusat yang memantau kehidupan sehari-hari—pengawasan gaya hidup."
NIN dikembangkan sebagai komponen inti dari mekanisme kontrol rezim Iran, dirancang untuk menyediakan aplikasi khusus Iran, layanan web, dan platform digital guna memantau warga Iran secara konstan dan mengontrol informasi yang dapat mereka akses, sementara secara bersamaan membuat informasi menjadi jauh lebih sulit untuk disebarkan ke komunitas internasional. Arsitektur NIN yang isolasionis juga mencegah koneksi dari luar Iran.
Namun, hari-hari pertama pemadaman konektivitas pada Januari lalu begitu parah, hingga NIN itu sendiri mengalami offline, mengganggu situs web pemerintah dan layanan domestik. Beberapa peneliti memberitahu WIRED bahwa NIN, jaringan telepon darat, bahkan kartu SIM dengan akses istimewa sama sekali tidak memiliki konektivitas.
"Banyak insiden terjadi di Iran, tapi pemadaman yang kita saksikan sekarang ini tanpa preseden di negara tersebut," ujar Doug Madory, direktur analisis internet di firma pemantau Kentik. "Dan saya rasa ini bisa dibilang salah satu pemadaman komunikasi terbesar dalam sejarah, bukan hanya di Iran."
Filterwatch, sebuah proyek dari organisasi kebebasan internet Miaan Group, menyatakan bahwa seiring pulihnya sebagian konektivitas, termasuk koneksi internasional, mereka meyakini rezim Iran sedang beralih ke sistem ‘whitelisting’—membatasi akses internet hanya untuk organisasi serta situs web atau aplikasi tertentu. Sekitar pertengahan Januari, kelompok itu mencatat, media yang dikendalikan negara Iran menerbitkan daftar situs web yang tersedia di NIN, yang mencakup mesin pencari, peta, layanan video, dan aplikasi perpesanan lokal.
"Arsitektur ini memanfaatkan segmentasi layanan dan pelanggan yang canggih untuk mengubah akses internet dari utilitas publik menjadi hak istimewa yang diberikan pemerintah, memungkinkan negara untuk mempertahankan layanan bisnis kritis sembali memutus koneksi publik dengan web global," jelas Filterwatch.
Bahkan ketika konektivitas telah pulih sebagian, para peneliti menekankan bahwa volatilitas lanskap digital masih sangat mencolok dan membuka kemungkinan bahwa kisah saat ini dapat memicu pemutusan permanen—atau pemisahan—Iran dari internet global.
Untuk saat ini, analisis sinyal dari luar tidak memperjelas intensi rezim. "Saya melihat kekacauan semacam ini dalam lalu lintas, dan saya tidak tahu apakah itu tujuannya—mereka menginginkan kekacauan—atau jika ini adalah sistem yang tidak berfungsi dengan benar," kata Madory dari Kentik. Mungkin "mereka menerapkan sistem pemblokiran internet ini yang menjadi kacau balau atau mungkin mereka memang menginginkannya menjadi kacau. Saya tidak bisa membedakan, tapi ini gila."
Pemadaman konektivitas, pemblokiran selektif, dan sensor digital lainnya dapat menarik bagi pemerintah represif ketika rezim merasa suatu situasi mulai lepas kendali—baik secara domestik maupun potensial dalam hal pencitraan di panggung global. Namun sebagaimana sering dicatat oleh para peneliti yang fokus pada Iran dan pemerintah otoriter lainnya, terdapat keterbatasan yang sangat nyata dari kontrol melalui pemutusan digital.
"Ketika Anda memutus segalanya secara absolut, bahkan orang-orang yang mungkin awalnya tidak ingin turun ke jalan, akhirnya bisa jadi melakukannya karena mereka tidak bisa lagi melihat apa yang terjadi hanya dengan duduk di rumah," ujar seorang peneliti lain dari Project Ainita kepada WIRED. "Jadi dalam hal mengontrol situasi, banyak dari keputusan ini tidak masuk akal."
Meski demikian, seiring warga Iran secara perlahan mendapatkan kembali konektivitas, mereka menghadapi realitas sulit bahwa mereka kembali ke jaring pengawasan yang sama intrusif dan komprehensifnya seperti yang pernah ada.