Kemenangan Telak PM Jepang Berikan Partainya Mayoritas Super dan Ruang Lebih Luas untuk Agenda Sayap Kanan

Partai yang memerintah di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi memenangkan supermayoritas dua pertiga dalam pemilihan parlemen penting hari Minggu, menurut media Jepang. Kemenangan besar ini berkat popularitasnya yang tinggi.

Dalam wawancara televisi setelah kemenangannya, Takaichi bilang dia sekarang siap menjalankan kebijakan untuk membuat Jepang kuat dan sejahtera.

NHK melaporkan Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Takaichi sendiri mendapatkan 316 kursi. Jumlah ini melebihi mayoritas absolut di parlemen bawah Jepang, yang memiliki 465 kursi. Ini adalah rekor tertinggi untuk LDP sejak 1955.

Takaichi yang tersenyum memasang pita merah di nama setiap pemenang di papan pengumuman markas LDP, sementara para petinggi partai bertepuk tangan.

Lonjakan kursi yang besar di parlemen bawah ini memungkinkan Takaichi untuk majukan agenda sayap kanan. Agenda ini bertujuan tingkatkan ekonomi dan kemampuan militer Jepang, di tengah ketegangan dengan China dan upaya jalin hubungan dengan Amerika Serikat.

Takaichi berkata dia akan lanjutkan tujuan kebijakannya dengan tegas, sambil coba dapatkan dukungan dari oposisi. “Saya akan fleksibel,” katanya.

Takaichi sangat populer, tapi LDP punya masalah dana dan skandal agama dalam beberapa tahun terakhir. Dia memutuskan adakan pemilihan awal setelah hanya tiga bulan menjabat, berharap bisa ubah situasi sementara popularitasnya masih tinggi.

Pemimpin yang Populer

Takaichi yang ultra-konservatif ini janji untuk “kerja, kerja, kerja“. Gayanya yang dianggap lincah dan tegas disukai penggemar muda yang sebelumnya tidak tertarik politik.

Oposisi terlalu terpecah untuk jadi penantang yang kuat. Aliansi baru dari bekas partner koalisi LDP diperkirakan hanya dapat separuh dari kursi mereka sebelumnya.

Kebijakan Takaichi

Perdana Menteri ingin majukan perubahan ke kanan dalam kebijakan keamanan dan imigrasi Jepang. Partner sayap kanan LDP akan jadi “akselerator” untuk dorongan ini.

MEMBACA  Target saham South32 ditingkatkan oleh UBS, menyoroti prospek pendapatan yang positif oleh Investing.com

Tugas besar pertama Takaichi adalah kerjakan RUU anggaran untuk biayai langkah ekonomi atasi kenaikan harga dan upah yang lambat.

Dia juga berjanji revisi kebijakan keamanan dan pertahanan untuk tingkatkan kemampuan militer ofensif Jepang.

Dia ingin perketat kebijakan untuk orang asing dan anti-spionase, yang disukai pendukung sayap kanan jauh.

Takaichi juga mau naikkan belanja pertahanan, merespon tekanan dari Presiden AS Donald Trump. Dia sekarang punya waktu sampai pemilu 2028 untuk kerjakan kebijakan-kebijakan ini.

Kebijakan yang Memecah Belah

Meski Takaichi bilang ingin dapatkan dukungan untuk kebijakan yang dianggap memecah belah, dia banyak hindari bahas cara biayai belanja militer atau atasi ketegangan diplomatik dengan China.

Dalam kampanyenya, dia antusias bicara tentang perlunya belanja pemerintah untuk “investasi manajemen krisis dan pertumbuhan”. Takaichi juga ingin perketat aturan imigrasi, termasuk syarat lebih ketat untuk pemilik properti asing.

Pemilihan hari Minggu ini “menunjukkan tren bermasalah di politik Jepang, di mana kelangsungan politik lebih diprioritaskan daripada hasil kebijakan yang substansial,” kata seorang profesor politik.

Dampak Salju

Pemilihan hari Minggu berbarengan dengan turunnya salju segar di seluruh negeri, termasuk Tokyo. Salju yang rekod di Jepang utara beberapa pekan terakhir tutup jalan dan dituduh sebabkan puluhan kematian.

Tinggalkan komentar